GENERASI SELULAR “MEMPERLUAS RELASI DAN INFORMASI DI SEGALA SITUASI DENGAN TARIF MINI”

Dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi komunikasi memang sudah memberikan dampak nyata bagi semua kehidupan masyarakat dan tak terkecuali bagi Indonesia dengan jumlah penduduk ke-4 terbanyak di dunia. Ternyata ada fakta menarik di balik itu, Indonesia juga punya ranking yang sama untuk pengguna telepon genggam atau yang kita sering sebut dengan telepon selular yakni mencapai rasio perbandingan mencapai 105% antara jumlah handphone dan penggunanya yang membuat Indonesia bercokol di posisi 4 dunia sebagai pengguna layanan selular dunia, Alhamdulillah ya!!! sungguh luar biasa dan cetar membahana kalau kata Syahrini. Sejak satelit Palapa meluncur dan terpampang nyata di atas atmosfer negeri khatulistiwa ini, memang yang namanya akses terhadap informasi dan komunikasi serasa lebih lancar dan bebas hambatan bak jalan tol Medan-Belawan.

Pesatnya perkembangan alat komunikasi selular tak ayal mendorong usaha di bidang pelayanan selular terkait dengan usaha telekomunikasi penyedia layanan atau operator semakin meningkat pesat dan tak terbendung bagai air di Kali Ciliwing yang tak mampu membendung air kiriman dari Bogor. Tarif berbagai layanan dan fitur yang gila-gilaan pun ditawarkan sehingga membuat para pengguna layanan operator selular hampir gila memilih operator yang berani menawarkan tarif layanan baik dari layanan menelpon, sms, chatting, internet dan paket-paket lainnya. Fenomena perkembangan layanan operator selular ini membuat gelombang kehidupan masyarakat kian dinamis, tak memandang siapa dan apa profesinya, tak memandang darimana dan berapa usianya, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, tua, sehat maupun sakit, di kota maupun desa apakah itu pagi, siang, sore, malam hingga pagi lagi, semua berhubungan secara “mesra” dengan layanan operator selular. Hingga saat ini masyarakat telah mengalami metamorfosa sebagai “generasi selular” yang menjalar dan menular di semua kalangan.

Satu dari sekian banyak operator layanan selular yang ikut berperan serta aktif  dalam membentuk “generasi selular” adalah XL. Sebagai pengguna XL dari 6 tahun yang lalu, fenomena lahirnya “generasi selular” membuat saya berdecak kagum dan tak berhenti melihat dan mengamati betapa mudahnya kini menjalin relasi dan meraup informasi ke segala penjuru negeri dengan tarif mini. Dengan kondisi sakit bukan berarti tak ke kampus atau tak ke sekolah ia akan kehilangan pelajaran, dengan layanan dan tarif yang menjangkau, sekali telepon dan mendengarkan baik-baik ia tetap bisa mengikuti pelajaran yang dijelaskan oleh guru seperti yang pernah saya lakukan. Bahkan di saat jarak kekasih yang jauhnya ribuan kilometer dan terpisah selat Malaka tak menghalangi seseorang menelpon kekasihnya yang bekerja di negeri seberang sana demi menumpah-ruahkan isi hati dan kerinduannya. Ini karena dampak tarif mini yang ada sehingga para “generasi selular” tidak berfikir pusing-pusing lagi tentang akses dan jangkauan informasi. Dengan layanan tarif yang mini pula kita bisa menjangkau dunia tanpa harus melanglangbuana dengan pesawat Boeing atau Airbus atau Sukhoi Superjet. Dengan tarif internet murah, seorang generasi selular dengan sangat cepat akan mengetahui semua kabar dunia melalui jendela networking berbasis mini tariff. Dengan tarif yang mini, seseorang dengan mudahnya dapat menjalin dan memperluas relasi dengan siapa saja dan di mana saja. Bahkan relasi bisa menjadi kekasih dengan bantuan layanan operator yang bertarif mini. Relasi, informasi, dan segalanya dapat dengan mudah dapat dijangkau dan dicari.

Generasi Selular, adalah generasi yang lahir dari gencarnya pertumbuhan layanan selular yang membuat mereka lupa akan ruang dan waktu dalam menggunakan segala fitur dan layanan dengan tarif yang menjangkau dan tak membuat kantong bolong. Generasi selular di Indonesia kini terpampang nyata di segala situasi dan keadaan. Mereka akan ada dengan segala situasi. Mereka tak akan berhenti dari matahari terbit hingga terbit lagi keesokan harinya generasi selular akan ada menjadi fenomena tiada batas dan akan ada bagi operator yang menyediakan layanan dan tarif yang gila-gilaan.

Paket Internet

Kuota 10MB

00:00 – 24:00

1 hari

Rp.1.000,-

Sekali Beli & Berlangganan

Paket Komplit

1.000 SMS (ke semua operator) +
Nelpon 200 Menit (ke sesama XL)

00:00 – 24:00

1 hari

Rp.2.000,-

Sekali Beli & Berlangganan

1.000 SMS (ke semua operator) +
Nelpon 200 Menit (ke sesama XL) +
Internet 10 MB

00:00 – 24:00

1 hari

Rp.3.000,-

Sekali Beli & Berlangganan

 

Chatting 
(WhatsApp, Kakao Talk, 
Line, WeChat)

00:00 – 24:00

1 hari

Rp.1.000,-

Berlangganan

Social Media (m.facebook.com)

00:00 – 24:00

1 hari

Rp.1.000,-

Berlangganan

Facebook & Twitter SMS

00:00 – 24:00

3 hari

Rp.1.000,-

Sekali Beli

Paket SMS

2.500 SMS Ke Semua Operator (2.400 SMS Ke Semua XL + 100 SMS Ke Operator Lain)

00:00 – 17:00

1 hari

Rp.2.000,-

Sekali Beli & Berlangganan

2.000 SMS Ke Semua Operator (1.900 SMS Ke Semua XL + 100 SMS Ke Operator Lain)

00:00 – 17:00

1 hari

Rp.2.000,-

Sekali Beli & Berlangganan

1000 SMS Ke semua operator

00:00 – 24:00

1 hari

Rp.1.000,-

Sekali Beli & Berlangganan

Paket Nelpon

1000 menit ke sesama XL

00:00 – 24:00

1 hari

Rp.2.500,-

Sekali Beli & Berlangganan

500 Menit ke sesama XL

00:00 – 17:00

1 hari

Rp.1.000,-

Berlangganan

200 menit ke sesama XL

23:00 – 23:00

1 hari

Rp.1.000,-

Sekali Beli & Berlangganan

 

P            engguna layanan operator selular mana yang tak tergila-gila dengan layanan seerti ini?. Inilah alasan saya menyebutkan munculnya fenomena “generasi selular”. Bukan tak mungkin di masa yang akan datang akan ada “generasi selular maniak membahana yang tak terbendung badai Katrina dan terpampang nyata di khatulistiwa, melanglang buana di alam maya menjangkau luar angkasa, cetar tak gentar”.

 

 

 

Sekian reportase dari saya…

Salam generasi selular Indonesia

SULIT DAN MAHALNYA MENGURUS AKTA KELAHIRAN

oleh: Muhammad Akbar

Peristiwa kelahiran adalah salah satu dari sekian banyak peristiwa yang dinantikan oleh sebagian besar manusia di muka bumi ini. Bahkan hari kelahiran menjadi salah satu dari sekian banyak hari-hari yang dianggap spesial dan sakral untuk dirayakan dan dikenang oleh hampir seluruh masyarakat di dunia ini. Namun,tak hanya sekedar untuk menjadi momentum selebrasi, dalam tatanan kenegaraan ternyata kelahiran penduduk harus sesegera mungkin dicatatkan pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di masing-masing daerah dengan tujuan agar data kependudukan dapat segera dimutakhirkan dan status kependudukan lebih diakui alias lebih legal di mata negara dan hukum. Untuk mendapatkan status sebagai warga negara Indonesia yang sah dan diakui sebagai identitas diri setelah kelahiran biasanya dicatatkan dalam Register Kutipan Akta Kelahiran. Akta Kelahiran menjadi isu global dan sangat asasi karena menyangkut identitas diri dan status kewarganegaraan. Disamping itu Akta Kelahiran merupakan hak identitas seseorang sebagai perwujudan Konvensi Hak Anak (KHA) dan UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Akta Kelahiran bersifat universal, karena hal ini terkait dengan pengakuan negara atas status keperdataan seseorang. Selain itu jika seorang anak manusia yang lahir kemudian identitasnya tidak terdaftar, kelak akan menghadapi berbagai masalah yang akan berakibat pada negara, pemerintah dan masyarakat. Dalam perspektif KHA, negara harus memberikan pemenuhan hak dasar kepada setiap anak, dan terjaminnya perlindungan atas keberlangsungan, tumbuh kembang anak. Secara yuridis Akta Kelahiran juga menjadi patokan untuk seorang anak agar berhak untuk mendapatkan perlindungan, kesehatan, pendidikan, pemukiman, dan hak-hak lainnya sebagai warga negara.

Namun, seiring dengan semakin pentingnya dokumen Akta Kelahiran agar dimiliki oleh tiap penduduk baik anak-anak dan dewasa, semakin jauh pula keterjangkauan penduduk untuk dapat memilikinya secara mudah. Komisi Perlindungan Anak Indonesia dalam publikasi resminya memaparkan bahwa Indonesia merupakan satu dari 20 negara dengan cakupan pencatatan kelahiran terendah di dunia. Di seluruh wilayah Indonesia termasuk Sumatera Utara, pencatatan kelahiran masih terbilang buruk, mahal, dan dengan birokrasi berbelit sulit.

Berdasarkan pengalaman penulis sendiri, dengan domisili di daerah Babalan, Kabupaten Langkat, biaya yang harus dikeluarkan mulai dari mengurus berkas persidangan hingga pembuatan dokumen Kutipan Akta Kelahiran mencapai Rp 341.000, mulai dari biaya dokumen yang harus di negallezen (istilah yang tak banyak diketahui oleh masyarakat) di kantor pos sebesar Rp 35.000, biaya persidangan Rp 201.000, biaya dokumen penetapan Rp 50.000, dan biaya pembuatan Akta Kelahiran Rp 55.000. biaya ini belum lagi dihitung ongkos dari Kecamatan Babalan ke Kecamatan Stabat sejak awal hingga akhir pengurusan harus 5 kali pulang pergi, untuk ongkos pulang pergi Rp 12.000, maka memakan biaya Rp 60.000. dan total seluruh biaya yang harus dibuat untuk “melegalkan” status sebagai warga negara adalah Rp 401.000. nominal yang kecil untuk mereka yang berkantong tebal, tetapi itu adalah nominal yang sangat besar untuk 70% penduduk yang hidup sebagai warga kelas menengah ke bawah.

Saat menyambangi sebuah desa di Kabupaten Serdang Bedagai, tepatnya di desa sukasari Kecamatan Pegajahan, Liana, seorang Ibu muda yang memiliki 2 (dua orang) anak juga mengalami hal yang tidak jauh berbeda. Dari bulan Desember 2012 hingga saat ini Ia belum juga mendapatkan dokumen Kutipan Akta Kelahiran kedua anaknya, padahal Ia sudah mengeluarkan Rp 200.000 untuk mengurus akta kelahiran anaknya dengan harapannya kelak anaknya akan mudah mendapatkan hak dalam pendidikan dan kesehatan karena untuk masuk sekolah harus memiliki akta kelahiran. Tidak hanya Liana, Rohima, seorang warga kecamatan Brandan Barat yang juga seorang lulusan perguruan tinggi negeri di kota Medan merasa bingung karena menghadapi penerimaan CPNS kelak Ianya tak memiliki Akta Kelahiran sebagai salah stu syarat administrasi guna mengikuti seleksi CPNS nanti. Ia (Rohima) merasa pasrah karena telah menyerahkan sejumlah uang dengan oknum yang katanya bisa mengrus akta kelahirannya, namun dari Desember 2012 sampai sekarang Dia belum menerima Kutipan Akta Kelahirannya.

Sulit dan mahalnya mengurus akta kelahiran menjadi sebuah fenomena yang jika dibiarkan akan menambah buruk catatan kebobrokan negara dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak warga negara untuk menjadi legal di tanah kelahiran sendiri. Birokrasi yang berbelit membuat masyarakat memilih untuk meminta pertolongan calo meski dengan biaya yang membengkak sehingga membuat sindikat pembuatan akta kelahiran palsu menjamur. Bagi masyarakat miskin hal yang lebih parah terjadi, mahalnya biaya dan berbelitnya birokrasi membuat mereka enggan untuk mengurus Akta Kelahiran. Apalagi peraturan persidangan yang sangat menyita waktu dan sangat menyulitkan masyarakat kelas menengah ke bawah karena terbilang sulit dan mahal sehingga mereka tak mampu menjangkau tentakel birokrasi yang berbelit dan mahal. Hal ini sangat kontradiktif dengan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA)  Nomor 6 Tahun 2012 bahwa bagi pemohon yang tidak mampu dapat mengajukan permohonan pembebasan biaya perkara perdata untuk semua jenis perkara perdata baik perkara gugatan maupun permohonan, sesuai dengan Surat Edaran Mahkamah Agung RI Nomor 10 Tahun 2010. Selain SEMA ini tidak diterapkan dengan baik oleh Pengadilan Negeri di daerah, petunjuk teknis tentang bagaimana dan dimana mengurus permohonan pembebasan biaya tersebut pun masih sangat kabur. Masyarakat miskin masih merasa keterjangkauan mereka terhadap birokrasi dan permohonan pembuatan Akta Kelahiran sangat menyulitkan dan yang pasti mereka belum merasakan bebas biaya alias harus membayar. Untuk kebutuhan primer saja tingkat keterjangkauan mereka masih terbatas bagaimana lagi masalah Akta Kelahiran yang mahal dan berbelit, ditambah lagi pengetahuan mereka tentang pentingnya Akta Kelahiran bagi masa depan anak mereka sangat minim.

Untuk hal ini, harus ada langkah yang jelas dan konkrit dari pemerintah, khususnya pemerintah daerah agar mampu meminimalisisr atau harus menghilangkan kebobrokan pencatatan data kependudukan karena bobroknya sistem dan mental pegawai yang berkaitan dengan hak-hak sipil yang harus dicatatkan. Mental uang dan lemahnya sosialisasi membuat masyarakat miskin semakin jauh dari pemutakhiran data kependudukan yang baik dan mantap. Terbengkalainya hak sipil masyarakat maka terbengkalai pula keterjangkauan masyarakat akan haknya untuk mendapatkan perlindungan, kesehatan, pendidikan, pemukiman, dan hak-hak lainnya sebagai warga negara yang legal. Beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh pemerintah daaerah termasuk Sumatera Utara untuk mengatasi masalah ini sebagai Pekerjaan Rumah bagi Gubernur dan Wakil Gubernur terkait adalah sebagai berikut:

1. Bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat yang independen guna mengawasi kinerja Pengadilan Negeri Daerah dengan membentuk Badan Pengawas Kinerja Pengadilan untuk memastikan pemenuhan hak masyarakat terhadap kepastian hukum perdata dapat terpenuhi sesuai dengan SEMA RI.

2. Memerintahkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil daerah Kabupaten/Kota untuk melakukan pendataan terbaru bagi penduduk yang masih belum memiliki akta kelahiran bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik dalam mensurvei angka pasti penduduk yang belum memiliki akta kelahiran terutama anak-anak agar dapat dicatatkan guna memperbaiki mutu pencatatan penduduk propinsi.

3. Melakukan kerjasama dengan Pengadilan Negeri Daerah untuk melakukan Sidang Keliling kampung untuk memastikan penduduk yang daerahnya tak terjangkau dapat memiliki dokumen kependudukan yang sah untuk keluarga dan anak-anaknya. Menggratiskan pembuatan akta kelahiran mulai dari biaya persidangannya.

Kesejahteraan seyogyanya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat tidak hanya dari sisi ekonomi materialis tetapi juga dari pemenuhan hak mereka sebagai penduduk yang legal. Menghilangkan kesulitan dan menghilangkan harga mahal untuk dokumen kependudukan merupakan suatu hal yang akan menunjang keberhasilan kemajuan birokrasi emerintahan dan akan menambah kepercayaan masyarakat terhadap pejabat dan aparatur negara.

 

 

 

 

“TULISAN INI DIIKUTSERTAKAN UNTUK LOMBA KARYA TULIS/FOTO SUMUT SEJAHTERA 2013″

JERIT RIMBA ALAM LEUSER (MUTIARA HIJAU SUMATERA, RUMAH SATWA YANG MENANTI GAGASAN KONSERVASI)

oleh: Muhammad Akbar,S.Pd.

Pernah menonton film The Day After Tomorrow?, Six Degrees Could Change The World?ataufilm 2012?. Film-film tersebut merupakan beberapa film fiksi ilmiah garapan Hollywood yang menggambarkan betapa bumi ini seketika dapat hancur dengan dahsyat dan mengakibatkan kepunahan makhluk hidup di bumi termasuk di dalamnya manusia dikarenakan oleh semakin memburuknya kondisi lingkungan hidup dan terus meningkatnya suhu permukaan bumi yang berkorelasi negatif terhadap “kesehatan” bumi.

Namun, sangat tidak menutup kemungkinan jikalau kisah fiksi itu akan jadi sebuah kenyataan. Perilaku manusia yang selalu mengabaikan etika lingkungan dalam bertindak acapkali menimbulkan masalah tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga bagi manusia itu sendiri. Pengelolaan yang buruk terhadap lingkungan dan ekosistem adalah penyebab pemanasan global yang mengancam kehidupan di muka bumi. Deforestasi, dan degradasi serta aksi-aksi illegal yang semakin menjadi-jadi terhadap hutan dan isinya menyebabkan tingginya laju penurunan dayadukung ekologi dan menimbulkan ketidakseimbangan kehidupan dalam tatanan rantai makanan. Tiap-tiap hutan dan isinya yang ada di Indonesia menghadapi ancaman yang sangat serius dan nyata termasuk Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang berada di wilayah Aceh dan Sumatera Utara.

Sekilas Mengenai TNGL dan Kekayaan Biodiversitasnya

 Taman Nasional Gunung Leuser adalan Kawasan Taman Nasional seluas 1.094.692 Hektar yang secara administrasi pemerintahan terletak di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara yang telah ditetapkan sebagai salah satu situs warisan dunia (World Heritage) oleh UNESCO sebagai Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera pada tahun 2004. Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) berfungsi utama sebagai sistem penyangga kehidupan dengan fokus pengelolaan untuk mempertahankan perwakilan ekosistem Leuser yang unik dan memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi (Wikipedia.com). TNGL dihuni oleh berbagai jenis mamalia, burung, reptil, amphibi, dan hewan avertebrata. Di kawasan ini terdapat 380 jenis burung dan 350 diantaranya merupakan spesies yang tinggal di Leuser. Leuser juga menjadi rumah bagi 36 dari 50 jenis spesies burung egara ‘Sundaland”. Hampir 65% atau 129 spesies mamalia dari 205 spesies mamalia kecil dan besar ada di Leuser. Ekosistem Leuser juga merupakan rumah bagi spesies yang terancam punah seperti Orang Utan Sumatera (Pongo Abelli), Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumaterae), badak sumatera (Dicerorhinus Sumatranensis), Tapir (Tapirus Indicus), gajah sumatera (Elephas Maximus Sumatranus), Owa (Hylobathes Lar), kera (Presbytis Thomassi), dan berbagai primata lainnya. Kawasan TNGL juga terdapat lebih dari 4000 jenis flora. Tiga dari 15 jenis tumbuhan parasit Rafflessia terdapat di Leuser (Ikhsan, 2009).

Gambar

TNGL, Bagai Perawan Dalam Sarang Penyamun

Seperti halnya kebanyakan hutan alam lainnya di Indonesia, keberadaan Taman Nasional Gunung Leuser  telah menghadapi berbagai masalah yang serius sejak beberapa dekade lalu. Keterancaman akan kepunahan ekosistem dan habitat terus menghantui kawasan yang dihuni oleh berbagai spesies flora dan fauna dunia ini. Taman Nasional yang seharusnya menjadi kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk keperluan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi ini nyatanya sangat menghadapi depressi yang berat akibat tidakan-tindakan yang destruktif oleh sekumpulan manusia yang serakah dan tamak akan kekayaan dunia. Mungkin dapat dibayangkan bagaimana seorang perawan tinggal dikelilingi oleh sekumpulan penyamun yang lapar dan haus akan kepentingan nafsu birahinya?. Pastinya ia akan menjadi korban perlakuan yang tidak menyenangkan. Mungkin begitulah analogi yang pantas untuk menggambarkan kebrutalan yang dilakukan berbagai pihak terhadap kelestarian Taman Nasional Gunung Leuser. Leuser bagaikan seorang “perawan” yang diperkosa” oleh segerombolan penyamun. Illegal loging maupun legal logging berkedok HPH, pembukaan lahan,perburuan liar dan kegiatan merugikan lainnya terus dilakukan demi kepentingan pribadi yang menimbulkan konflik berkepanjangan antara alam dan manusia.

Kerusakan hutan di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) dalam lima tahun terakhir mencapai 36 ribu hektare (Ha), itu artinya per tahun mengalami kerusakan 7.200 Ha atau setara dengan 8.700 kali luas lapangan bola kaki. Bila dipersentasekan, maka kerusakan hutan di KEL selama lima tahun terakhir sebesar 1,8 persen dari luas keseluruhan atau rata-rata 0,36% mengalami deforestasi (hilangnya tutupan hutan secara permanen maupun sementara). BPKEL melalui penelitian menggunakan interpretasi penginderaan jauh, yaitu interprestasi citra satelit, yakni LANDSAT (USGS/NASA) tahun 2005-2009 menunjukkan pada awal 2005 luas tutupan hutan di KEL 1.982.000 Ha dan akhir 2009 mengalami deforestasi, sehingga luasnya menjadi 1.946.000 Ha (gobloggeris.blogspot.com). Dapat dibayangkan betapa terancamnya TNGL sebagai kawasan penyangga kehidupan di Sumatera. Tidak hanya akan menimbulkan kiamat bagi satwa langka yang bernaung di dalamnya tapi juga akan mengancam eksistensi manusia yang mengambil manfaat lingkungannya.

Hamparan Mutiara Hijau, Rumah Satwa yang Menanti Gagasan Konservasi

Pernahkan kita melihat korban kecelakaan yang bagian tubuhnya terlepas salah satu? Atau pernahkah kita melihat korban penikaman atau tebasan senjata tajam? Pernahkan kita melihat korban penganiayaan dan kekerasan yang sadis? Atau pernahkah kita membayangkan seorang ayah atau ibu dibunuh di depan mata anaknya?. Pasti yang ada dibenak kita adalah rasa sakit dan jeritan yang tidak dapat terbayangkan. Jikalau kita ada dihadapan orang yang mengalami hal seperti itu, pasti kita akan mendengarkan jerit rintihannya dan satu kata yang sangat penting yaitu “pertolongan”. Pernahkah kita bayangkan jika pohon dan hewan bisa bicara? Pernahkah kita membayangkan bagaimana jeritan hewan dan tumbuhan meminta tolong saat mesin-mesin pemotong kayu dan senjata-senjata pemburu menghentikan detak kehidupan mereka di muka bumi?. Kembalikan itu pada hati nurani kita sebagai makhluk yang tamak dan tidak pernah berterima kasih kepada kedua makhluk Allah swt tersebut. Hewan dan tumbuhan adalah salah satu bagian terpenting dalam tatanan keseimbangan kehidupan dan kita patut berterima kasih pada keduanya, tetapi ternyata perlakuan kita sangat antiklimaks. Kitalah yang memulai aksi-aksi penghancuran, kita sebenarnya merupakan asselerator yang mengakselerasi datangnya bencana dan tragedi di muka bumi.  Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) harus segera mendapatkan “perawatan medis” dari kita manusia yang bergantung pada manfaat lingkungan yang ditimbulkannya. Perawatan medis itu adalah berbagai aksi konservasi yang sangat dibutuhkan sebagai upaya pengembalian kelestarian kawasan Situs Warisan Dunia tersebut. Konservasi yang bertujuan untuk mengembalikan untaian mutiara hijau Sumatera yang sudah tersegmentasi akibat ulah manusia dan mengembalikan kelayakan hidup bagi berbagai hewan atau satwa yang hidup di dalamnya.

Menggagas Rencana Dan Aksi Konservasi

Memulihkan kembali Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) adalah tanggung jawab kita semua sebagai manusia yang masih memerlukan manfaat langsung dan tidak langsung dari keberadaan Taman nasional Gunung Leuser yang menguntai bak mutiara hijau di hamparan daratan Sumatera Utara dan Aceh. Menggagas konservasi di kawasan TNGL merupakan sebuah kewajiban seperti penetapan status aktifitas gunung berapi, penetapan status konservasi di kawasan TNGL harus diprioritaskan pada level “segera”.

Konservasi seperti pelestarian satwa dengan cara insitu dan eksitu bukanlah lagi hal yang baru untuk kegiatan konservasi dibeberapa wilayah TNGL, seperti penangkaran orangutan di Bukit Lawang, penangkaran Gajah di Tangkahan, Aceh, dan penangkaran beberapa satwa liar di wilayah lain dalam kawasan TNGL. Melakukan reboisasi juga bukanlah hal baru dalam kegiatan konservasi. Namun cara dalam melakukan hal-hal tersebut yang harus diperbaharui, caranya harus lebih bersifat persuasif dan atraktif dengan pengelolaan yang berbasis partisipatif dan kolaboratif. Beberapa hal yang dapat dilakukan terkait konservasi kawasan TNGL adalah sebagai berikut:

1. Reboisasi sistem “Tanam Pakan”

Reboisasi yang selama ini dikenal cenderung kaku dan stagnan. Reboisasi yang selama ini dilakukan hanya memihak pada satu sisi pelestarian, yakni penghijauan dan belum memihak pada eksistensi satwa yang tinggal dikawasan reboisasi tersebut. Reboisasi yang selama ini dilaksanakan kebanyakan menanam jenis pohon-pohon keras seperti cemara, pinus, akasia, mahoni, dan tanaman menjulang lainnya. Harus ada satu jenis reboisasi yang mampu mengakomodir dua kepentingan kelestarian habitat dan  ekosistem, yakni reboisasi sistem “tanam pakan”. Reboisasi ini adalah reboisasi yang tidak hanya bertujuan sebagai fungsi penghijauan namun juga memiliki fungsi penyediaan makanan bagi satwa herbivora terancam punah. Beberapa hewan herbivora terancam adalah Gajah, badak, burung, dan orang utan. Jenis makanan mereka seperti badak yang memakan kulit kayu, kedondong hutan, mangga hutan, gajah yang memakan daun kelapa, dan jenis-jenis perdu, orang utan yang memakan biji-bijian dan buah-buahan, begitu juga dengan kera. Reboisasi yang ditujukan menanam pohon “pakan’ satwa tersebut harus menjadi prioritas karena proses insitu dan pelepasliaran tidak akan berjalan lancar jika tidak ada dayadukung lingkungan yang memadai dalam penyediaan makanannya.

2. Membuat Kegiatan “Ketapel Biji”

Mungkin agak sedikit aneh bagi telinga orang-orang yang mendengarnya. Tetapi aksi yang tak terpikirkan ini akan sangat bermanfaat, sederhana tetapi berdampak nyata. Kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat menguntungkan tidak saja bagi pelestarian TNGL tapi juga mendorong kegiatan olahraga. Ketapel biji adalah kegiatan memanah biji (biji durian, biji nangka, biji cempedak, rambutan, dan bii yang berpotensi tumbuh sebagai pohon) menggunakan ketapel ke arah hutan kawasan TNGL. Jika kegiatan seru ini berlangsung, ia dapat melibatkan semua kalangan usia, terlebih lagi anak-anak yang dipersiapkan sebagai “laskar konservasi”, selain sebagai sarana bermain anak-anak, kegiatan ketapel biji ini akan memberi dampak penghijauan bagi TNGL, dalam beberapa tahun biji yang dilontarkan dari ketapel menuju ke pedalam hutan akan tumbuh sebagi pohon keras yang tidak hanya berfungsi sebagai penghijau hutan dan absorber/penyerap air tapi juga bermanfaat bagi makanan hewan yang ada di dalamnya.

3. Menggandeng Pemuka Agama, Menghilangkan Mitologi Obat Pada Tubuh Satwa   Langka

Masalah yang hingga kini menghantui eksistensi hewan langka dan terancam punah di kawasan TNGL adalah masih berkembangnya sikap dan ketradisionilan negatif yang merusak. Kepercayaan masyarakat atas kandungan beberapa bagian tubuh hewan langka sebagai obat berbagai penyakit masih saja ada. Penanaman logika kepada masyarakat harus disegerakan dengan menggandeng pemuka agama dan ahli medis terkait untuk mengurangi dan menghilangkan mitologi-mitologi yang mengancam keberadaan hewan langka di sekitar Taman Nasional Gunung Leuser.

4.  Menetapkan “Cinta Konservasi” sebagai Muatan Lokal Sekolah (Kerjasama Antar    Institusi)

Memelihara Keberadaan Taman Nasional sebagai situs warisan dunia sangatlah penting.  Mengingat sebagai kawasan penyangga kehidupan dan stabilisasi ekosistem, keberadaan TNGL harus segera dilestarikan dalam jangka waktu tak terhingga. Menanamkan rasa cinta konservasi merupakan pendekatan yang harus dilakukan dengan cepat, salah satu pendekatan yang sangat baik adalah melalui pendidikan. Penanaman rasa cinta konservasi harus ditanamkan kepada generasi penerus bangsa. Dalam hal ini harus ada kerjasama inter-institusi antara Kementerian Kehutanan, Kementrian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang diaplikasikan ke daerah Aceh dan Sumatera Utara. Pelaksanaan pada tingkat sekolah dengan tenaga pendidik yang berwawasan konservasi dapat membentuk tim konservasi sekolah dan menanamkan rasa cinta konservasi sejak dini.

Gambar

kerangka alur oleh: Muhammad Akbar.

MENJADI MAHASISWA UNIMED YANG BERKARAKTER-CERDAS MELALUI INTEGRASI-INDISKRIMINASI PORSI HARD SKILL DAN SOFT SKILL

MENJADI MAHASISWA UNIMED YANG  BERKARAKTER-CERDAS MELALUI INTEGRASI-INDISKRIMINASI PORSI HARD SKILL DAN SOFT SKILL

Oleh: Muhammad Akbar

NIM. 308131067,  Jurusan Pendidikan Geografi

 

Abstrak

Mahasiswa Unimed sebagai pelajar yang akan menjadi guru dan saintis diharapkan memilki kualitas baik secara pedagogis dan psikologis melalui aplikasi hard skill dan soft skill.Kenyataan di lapangan masih menunjukkan mahasiswa Unimed belum menjadi mahasiswa yang seutuhnya seperti yang diharapkan karena masih lemahnya hard skill dan soft skill mahasiswaPenyebab utama yang masih banyak dijumpai pada mahasiswa Unimed adalah masih terjadinya disintegrasi serta diskriminasi porsi antara hard skill dan soft skill.Sifat disintegrasi serta diskriminasi porsi hard skill dan soft skill yang dilakukan oleh mahasiswa Unimed akan mengantarkan pribadi mahasiswa yang tidak berkarakter-cerdas.Dalam UU No. 20 Tahun 2003, secara implisit pendidikan  nasional bertujuan untuk membentuk anak bangsa yang berkarakter-cerdas dengan harmonisasi hard skill dan soft skillHard skill dan soft skill meimiliki andil dalam membentuk karakter mahasiswa yang cerdas. Oleh karenanya hard skill dan soft skill harus diintegrasikan dan diindiskriminasikan dalam aplikasi kehidupan sehari-hari. Mahasiswa harus melakukan integrasi-indiskriminasi porsi hard skill dan soft skill agar bisa menjadi mahasiswa yang berkarakter-cerdas sesuai dengan tuntutan masa depan dalam pembangunan era modern. Integrasi-indiskrimnasi porsi hard skill adalah menerapkan dan meyatu-padukan keterampilan menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan personal di dalam diri dengan tidak membedakan porsi/kuantitas antara hard skill dan soft skill. Integrasi-indiskriminasi porsi hard skill dan soft skill ini sangat berhubungan dalam membentuk pribadi mahasiswa yang berkarakter-cerdas. Mahasiswa harus memiliki keseimbangan antara ilmu dan perilaku. Selain itu, dosen dan pihak fakultas, serta universitas juga harus memberikan sistem pendidikan yang menekankan pada harmonisasi ilmu-perilaku dengan mengetatkan perencanaan dan pelaksanaan kurikulum yang terintegrasi dan mahasiswa harus diberikan “warning”. Hal ini juga membutuhkan partisipasi aktif berbagai pihak.

Kata kunci: integrasi-indiskriminasi, hard skill dan soft skill, berkarakter-cerdas

 

 

  1. A.      PENDAHULUAN

Hard skill dan soft skill merupkan topik pembicaraan hangat yang dewasa ini sering digemakan sebagai isu sentral untuk meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi. Seluruh pergurun tinggi nasional berjuang untuk dapat menekankan penguasaan hard skill dan soft skill pada mahasiswa, terlebh lagi perguruan tinggi atau universitas dengan status Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) seperti Universitas Negeri Medan (Unimed). Unimed sebagai LPTK dan universitas seyogianya menghasilkan lulusan yang sebagian besar adalah tenaga pendidik (guru) dan sebagian lagi adalah saintis (ilmuan) dan diharapkan dapat memberikan kontribusi besar kepada pembangunan bangsa dan negara juga bisa mengabdi kepada masyarakat. Karenanya, mahasiswa Unimed yang mengambil jurusan kependidikan dan non-kependidikan mulai diarahkan untuk menjadi mahasiswa yang unggul dan berkarakter melalui optimlisasi penguasaan hard skill dan soft skill. Berbagai program dan rencana telah dibuat Unimed untuk dapat menerapkn hard skill dan soft kill kepada mhasiswa secara optimal, seperti menjadikan indikator soft skill sebagai penekanan dalam kontrak perkuliahan.

Mahasiswa Unimed sebagai pelajar yang akan menjadi guru dan saintis diharapkan memilki kualitas baik secara pedagogis dan psikologis melalui aplikasi hard skill dan soft skill. Namun, harapan Unimed untuk menciptakan mahasiswa yang berkarakter dan unggul masih banyak menemui cobaan. Kenyataan di lapangan masih menunjukkan mahasiswa Unimed belum menjadi mahasiswa yang seutuhnya seperti yang diharapkan karena masih lemahnya hard skill dan soft skill mahasiswa. Penyebab utama yang masih banyak dijumpai pada mahasiswa Unimed adalah masih terjadinya disintegrasi serta diskriminasi porsi antara hard skill dan soft skill. Hampir sebagian besar mahasiswa Unimed masih memiliki sifat yang cenderung pada satu aspek dan membedakan kuantitas aspek hard skill dan soft skill dalam kegiatan pembelajaran/perkuliahan.

            Disatu sisi ada mahasiswa yang memisahkan hard skill dan soft skill. Sehingga muncul kelompok-kelompok mahasiswa yang memiliki tendensi untuk menguasai hard skill (dianggap juga IQ) saja dan mengenyampingkan aspek soft skill yang terdapat di dalamnya komunikasi lisan, saling menghargai, team work, leadership, toleransi, kejujuran, inspiratif, kreatif, disiplin, moral yang berlandaskan nilai-nilai spiritual, kontrol emosi, sopan santun, dan hal-hal yang berkaitan dengan pengendalian diri. Kemudian muncul juga kelompok mahaiswa yang hanya mementingkan  aspek soft skill (dianggap juga sebagai EQ dan SQ) dan mengeyampingkan hard skill. Hal-hal semacam ini akan menimbulkan karakter mahasiswa yang pintar, namun tidak sopan; pintar, namun tidak bertanggungjawab; pintar, namun tidak jujur; pintar, namun indivisualis; pintar, namun tidak bermoral; pintar,namun tidak cerdas; cerdas, namun tidak punya toleransi; bertanggungjawab, namun bloon; sopan, namun bodoh; jujur, namun tidak cerdas.

Di sisi lain ada mahasiswa yang sudah menerapkan atau mengintegrasikan hard skill dan soft skill dalam dirinya tetapi masih memberikan porsi yang berbeda (mendiskriminasikan porsi) antara hard skill dan soft skill, sehingga muncul mahasiswa yang mengaplikasikan hard skill dengan sedikit polesan soft skill dan sebaliknya. Hal semacam ini akan menimbulkan karakter mahasiswa yang pintar, namun kurang bijak; cerdas, namun kurang bertanggungjawab; cerdas, namun kurang pintar; sopan, namun kurang cerdas; bijak, namun kurang cerdas.

            Sifat disintegrasi serta diskriminasi porsi hard skill dan soft skill yang dilakukan oleh mahasiswa Unimed akan mengantarkan pribadi mahasiswa yang tidak berkarakter-cerdas. Mahasiswa Unimed meski menyadari seutuhnya dan memiliki makna ekspektasi yang jauh ke depan tentang visi untuk era yang akan datang.

            Visi yang dikedepankan dalam era ini adalah a deep inner reflection yang ditandai oleh suatu authority from within, bahwa wawasan dunia berubah bukan rasio dan logika saja yang menjadi landasan intelektual melainkan juga inspirasi, kreatifitas, moral, dan intuisi, berarti penekanan tidak lagi seharusnya pada kuantitas materi melainkan pada upaya siswa/mahasiswa menggunakan peralatan mentalnya secara efektif dan efesien sehingga tidak ditandai oleh segi kognitif belaka melainkan juga keterlibatan emosional dan kreatif (Semiawan, dalam Shindunata, 2000).

            Hal di atas mengisyaratkan kepada seluruh mahasiswa Unimed akan pentingnya pengintegrasian dan indiskriminasi porsi hard skill dan soft skill. Posisi tawar mahasiswa Unimed tidak hanya sebagai peserta didik di kampus, tetapi juga sebagai calon pendidik dan akan menjadi orang-orang yang bakal mendidik dan akan berhubungan langsung dengan stake holder. Sebagai kader bangsa, mahasiswa Unimed dan pada umumnya di seluruh LPTK akan menjadi pendidik yang akan melakukan usaha-usaha agar tujuan pendidikan nasional dapat tercapai. Dalam UU No. 20 Tahun 2003, secara eksplisit ditegaskan bahwa tujuan pendidikan nasional bukan sekedar membentuk siswa didik yang terampil dan cerdas saja, akan tetapi juga membentuk peserta didik yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, mandiri, kreatif, agar menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab. Dengan kata lain, secara implisit pendidikan  nasional bertujuan untuk membentuk anak bangsa yang berkarakter-cerdas dengan harmonisasi hard skill dan soft skill. Tentunya ini menjadi catatan dan pekerjaan besar mahasiswa ke depannya, khususnya mahasiswa Unimed yang sebagian besar telah dipersiapkan menjadi tenaga pendidik dan yang akan menjadi agen perubahan demi terwujudnya tujuan pendidikan nasional.

            Pertanyaan besar yang timbul adalah bagaimana mahasiswa Unimed bisa memuluskan  tujuan pendidikan nasional jika dalam diri mahasiswa masih terdapat perpecahan, disintegrasi dan diskriminasi porsi hard skill dan soft skill yang dibutuhkan untuk membentuk kesuksesan ke luar. Sukses dalam upaya ke luar itu tergantung kepada sukses upaya itu ke dalam (Notosusanto, 1984). Artinya, mahasiswa Unimed sebagai calon guru dan ilmuan harus melakukan usaha pembenahan diri terkait dengan hard skill dan soft skill agar bisa sukses dan menjadi mahasiswa yang berkarakter-cerdas, mahasiswa harus mengetahui betapa pentingnya hard skill dan soft skill bagi mahasiswa. Mahasiswa yang berkarakter-cerdas merupakan suatu kondisi yang teramat diprioritaskan oleh sebuah perguruan tinggi termsuk Unimed. Oleh karena itu, dalam karya tulis ini akan dipaparkan apa itu hard skill dan soft skill serta kepentingannya dalam membentuk pribadi mahasiswa yang berkarakter-cerdas yang dibutuhkan untuk menjawab visi dunia pendidikan dan dunia kerja ke depan. Diharapkan  semua paparan yang ada nantinya dapat memberikan manfaat untuk menjadi bahan refleksi bagi mahasiswa Unimed mengenai konsepsi hard skill dan soft skill yang sesungguhnya, masukan bagi mahasiswa Unimed, dan Dapat dijadikan bahan masukan bagi Unimed agar mampu meluruskan konsepsi mahasiswa terhadap pentingnya hard skill dan soft skill agar Unimed nisa menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berkarakter-cerdas sesuai dengan tuntutan.

  1. B.       PEMBAHASAN

Coates (dalam Muaddab.2010)  menyatakan hard skills merupakan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya. Sementara itu, soft skills adalah keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (interpersonal skills) dan keterampilan dalam mengatur dirinya sendiri (intrapersonal skills) yang mampu mengembangkan unjuk kerja secara maksimal.

Soft skill didefinisikan sebagai “personal and interpersonal behaviors that develop and maximize human performance (e.g. coaching, team building, decision making, initiative). Soft skills do not include technical skills, such as financial, computer or assembly skills” (Berthal, dalam Muaddab. 2003). Berikut adalah beberapa indicator soft skill yang di olah diolah dari Personal Soft skill Indicator, Jhon Doe, Performance DNA International, Ltd., (2001)

NO

SOFT SKILL

KETERANGAN

01

Personal Effectiveness

Kemampuan mendemontrasikan inisiatif, kepercayaan-diri, ketangguhan, tanggung jawab personal dan gairah untuk berprestasi

02

Flexibility

Ketangkasan dalam beradaptasi dengan perubahan baru.

03

Management

Kemampuan mendapatkan hasil dengan menggunakan sumberdaya yang ada, sistem dan proses.

04

Creativity/ Innovation

Kemampuan memperbaiki hal-hal yang sudah lama, kemampuan menciptakan dan menggunakan hal-hal baru (sistem, pendekatan, konsep, metode, desain, tehnologi, dan lain-lain)

05

Futuristic thinking

Kemampuan memproyeksikan hal-hal yang perlu dicapai atau hal-hal yang berlum tercapai

06

Leadership

Kemampuan mencapai hasil dengan memberdayakan orang lain.

07

Persuasion

Kemampuan dalam meyakinkan orang lain agar berubah ke arah yang lebih baik

08

Goal orientation

Kemampuan dalam memfokuskan usaha untuk mencapai tujuan, misi, atau target

09

Continuous learning

Kesediaan untuk menjalani proses learning, memperbaiki diri dari praktek, menjalankan konsep baru, tehnologi baru atau metode baru.

10

Decision-making

Kemampuan menempuh proses yang efektif dalam mengambil keputusan

11

Negotiation

Kemampuan memfasilitasi kesepakatan antara dua pihak atau lebih

12

Written communication

Kemampuan mengekspresikan pendapat atau perasaan dengan bahasa tulis yang jelas dan mudah dipahami orang lain

13

Employee development / Coaching

Kemampuan memfasilitasi dan mendukung kemajuan orang lain

14

Problem-solving

Kemampuan mengantisipasi, menganalisis, dan menyelesaikan masalah

15

Teamwork

Kemampuan dalam bekerjasama dengan orang lain secara efektif dan produktif

16

Presenting

Kemampuan mengkomunikasikan pesan di depan orang banyak secara efektif

17

Diplomacy

Kemampuan menangani kesulitan atau isu sensitif secara diplomatif, bijak, efektif, dengan pemahaman yang mendalam terhadap kultur, iklim dan politik yang berkembang di tempat kerja.

18

Conflict management

Kemampuan menyelesaikan konflik secara konstruktif

19

Empathy

Kemampuan untuk bisa peduli pada orang lain

20

Customer service

Kemampuan mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan orang lain atau pelanggan

21

Planning / Organizing

Kemampuan menggunakan logika, prosedur atau sistem untuk mencapai sasaran

22

Interpersonal skills

Kemampuan berkomunikasi secara efektif, dan bisa menjalin hubungan secara harmonis dengan orang lain.

23

Self-management

Kemampuan mengontrol-diri atau mengelola potensi dan waktu untuk mencapai hasil yang lebih bagus

(http://catur.dosen.akprind.ac.id/indikator-soft-skill/ Minggu/07/11/2010/20.32 WIB)

Hard skill dan soft skill meimliki andil dalam membentuk karakter mahasiswa yang cerdas. Oleh karenanya hard skill dan soft skill harus diintegrasikan dan diindiskriminasikan dalam aplikasi kehidupan sehari-hari.

Integrasi atau integration/integrate dalam pengertian kamus bahasa inggris merupakan penyatu-paduan, menyatu-padukan, atau mempersatukan. Sedangkan diskriminasi atau diskriminate merupakan pembedaan atau ketidak-merataan (Echole dan Hassan Sadily. 1986).

Berdasarkan pengertian integrasi dan diskriminasi di atas, pengertian integrasi soft skill dan hard skill adalah menyatu-padukan secara aspek-aspek kemampuan memahami materi ilmu pengetahuan dan keterampilan personal. Sedangkan indiskriminasi porsi hard skill dan soft skill adalah tidak membedakan porsi atau kuantitas dari kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan personal. Jadi, secara mnyeluruh dapat dikatakan bahwa integrasi-indiskriminasi porsi hard skill adalah menerapkan dan meyatu-padukan keterampilan menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan personal di dalam diri dengan tidak membedakan porsi/kuantitas antara hard skill dan soft skill. Integrasi-indiskriminasi porsi hard skill dan soft skill ini sangat berhubungan dalam membentuk pribadi mahasiswa yang berkarakter-cerdas.

Prayitno dan Belferik Manullang (2010) menyatakan bahwa karakter adalah sifat pribadi yang relatif stabil pada diri individu yang menjadi landasan bagi penampilan perilaku dalam standar nilai dan norma yang tinggi. Sedangkan cerdas atau kecerdasan adalah kemampuan memanipulasi unsur-unsur kondisi yang dihadapi untuk sukses mencapai tujuan.

Dijelaskan lebih jauh mengenai unsur-unsur karakter, yaitu:

-          relatif stabil:  suatu kondisi yang apabila sudah dibentuk akan tidak mudah diubah.

-          Landasan: kekuatan yang pengaruhnya sangat besar/dominan dan menyeluruh terhadap hal-hal yang  terkait langsung dengan kekuatan yang dimaksud.

-          Penampilan perilaku: aktifitas individu atau kelompok dalam bidang dan wilayah (setting) kehidupan.

-          Standar nilai/norma: kondisi yang mengacu pada kaidah-kaidah agama, ilmu dan tekhnologi, hukum, adat, dan kebiasaan yang tercermin dalam perilaku sehari-hari dengan indikator iman dan takwa, pengendlian diri, disiplin, kerja keras, ulet, bertanggung jawab, dan jujur.

Penjelasan pengertian cerdas secara komplit dijelaskan bahwa:

-          kemampuan adalah karakteristik diri/individu atau kelompok yng dapat ditampilkan untuk memenuhi kebutuhan/tuntutan tertentu.

-          Manipulasi adalah perilaku aktif dan disengaja untuk melihat dan mengorganisasikan hubungan antar unsur yang ada pada suatu kondisi.

-          Unsur-unsur adalah pemilahan/pemisahan atas bagian-bagian dari suatu kesatuan tertentu.

-          Tujuan adalah kondisi yang diharapkan terjadi melalui penampilan kemampuan dalam bentuk usaha.

-          Sukses adalah kondisi yang unsur-unsurnya sesuai dengan kriteria yang diharapkan.           (Prayitno, dan Manullang, 2010).

Berbicara mengenai kecerdasan, Zuchdi (2008) membagi kecerdasan ke dalam lima ranah, yaitu kecerdasan rohaniah (religius) yang berlandaskan wawasan ketuhanan, kecerdasan kultural yang berlandaskan nilai-nilai budaya bangsa, kecerdasan sosial yang berlandaskan kemampuan menjalin kerjasama terhadap lingkungan sekitar, kecerdasan emosional yang berlandaskan nilai-nilai pengendalian diri, dan kecerdasan intelektual yang berlandaskan kemampuan untuk menyerap ilmu dan tekhnologi. Amstrong (dalam Zuchdi, 2008) mengatakan perilku cerdas secara utuh dapat dketahui dari peradaban yang tinggi, bukan hanya dari IQ.

Dilihat dari konsep dan pengertian karakter dan kecerdasan, maka dapat dikatakan bahwa karakter-cerdas merupakan sifat yang relatif stabil pada diri individu yang di dalamnya terdapat kemampuan untuk memanipulasi unsur-unur kondisi yang dihadapi untuk sukses mencapai tujuan dengan tetap berdiri di atas landasan bagi penampilan perilaku dalam standar nilai dan norma yang tinggi.

Kehidupan cerdas yang dikehendaki sebagaimana telah dikemukakan terdahulu juga dikehendaki sebagai kehidupan yng menempuh jalan lurus mengikuti kaidah-kaidah nilai dan norma sesuai dengan fitrah manusia yang berorientasi kebenaran dan keluhuran. Kehidupan dengan jalan lurus itu disebut juga dengan kehidupan berkarakter. Perilaku cerdas hendaknya disertai tindakan yang berkarakter dan perilaku yang berkarakter hendaknya pula diisi upaya yang cerdas. Kecerdasan dan karakter dipersatukan dalam perilaku yang berbudaya. Kehidupan yang cerdas tanpa disertai kehidupan yang berkarakter akan menimbulkan berbagai kesenjangan dan penyimpangan (Prayitno, dan Belferik Manullang, 2010).

-            Pentingnya Integrasi-Indiskriminasi Porsi Hard skill dan Soft skill Bagi Mahasiswa Unimed Menuju Mahasiswa Berkarakter-Cerdas

Mendengar nama Universitas Negeri Medan (Unimed), banyak orang yang menterjemahkannya sebagai perguruan tinggi yang akan melahirkan tenaga pendidik (guru). Tidak salah jika masyarakat menginterpretasikan bahwa Unimed melahirkan tenaga pendidik (guru), pasalnya latar belakang Unimed yang pada awalnya adalah sebuah fakultas keguruan dan ilmu kependidikan (FKIP) kemudian bergenesis menjadi IKIP dan akhirnya menjadi sebuah universitas. Sebagai universitas dengan status Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), Unimed tidak hanya melahirkan sarjana kependidikan tetapi juga sarjana non-kependidkan. Terlepas dari itu semua, yang telah menjadi suatu prioritas utama  Unimed adalah bagaimana untuk “mencetak” mahasiswa dan lulusan yang unggul dan berkarakter. Tidak jauh dari itu juga mahasiswa Unimed memiliki beban dan tanggung jawab besar memuluskan usaha Unimed, dan sebagai prioritas, mahasiswa Unimed juga wajib melakukn usaha untuk menjadi mahaiswa yang unggul dan berkarakter dalam bidang pedagogis dan perilaku guna menjadi mahasiswa yang berkarakter-cerdas.

     Program yang telah mulai dirintis dan diterapkan oleh Unimed pada mahasiswa selain keterampilan menguasai materi pelajaran (hard skill) juga keterampilan menguasai diri dan perilaku (soft kill). Bukan tanpa alasan pihak Unimed menerapkan optimalisasi hard skill dan soft skill yang terintegrasi dalam kurikulum pembelajaran bagi mahasiswa, hal ini ditujukan agar mahasiswa menjadi individu yang unggul serta cerdas dalam bidang keilmuan dan berkarakter dalam berperilaku. Pertanyaan yang timbul adalah apakah mahasiswa Unimed sebagai mahasiswa dan calon sarjan sudah sepenuhnya mengoptimalkan penguasaan hard skill dan soft skill?.

Mahasiswa Unimed yang berasal dari berbagai daerah yng berbeda memiliki tingkat pluralisme yang tinggi yang terdiri dari suku dan adat yang berbeda-beda sehingga memiliki watak yang berbeda pula. Mahasiswa Unimed dipersiapkan untuk menjadi guru dan saintis yang memiliki tanggungjawab besar membawa negeri ini menuju kemajuan. Oleh karena itu, untuk menjadi mahasiswa yang berkarakter-cerdas yang sesuai dengan tuntutan masa depan dan sesuai dengan keinginan stake holder, maka mahasiswa Unimed perlu menguasai hard skill dan soft skill dengan mengintegrasikan dan melakukan indiskriminasi porsi keduanya.

Selama ini yang terjadi pada mahasiswa Unimed adalah disintegrasi dan diskriminasi porsi hard skill dan soft skill. Masih banyak mahasiswa unimed yang belum bisa mengharmonisasikan nilai-nilai hard skill dan soft skill dalam dirinya. Sebagai contoh dari pengalaman yang telah lama terjadi, masih banyak mahasiswa yang masih belum bisa berkomunikasi lisan secara baik, bahkan tidak jarang jika dosen melakukan diskusi timbil kecenderungan “diam seribu bahasa” pada mahasiswa yang ada di kelas. Ini sudah hampirmenjadi pnyakit kronis yang keberadaannya harus dimusnahkan dengan berbagai cara yang aktif dan partisipatif yang melibatkan seluruh sivitas akademika.

-          Disintegrasi Hard skill dan Soft skill

SOFT SKILL

 

HARD SKILL

 

                                                                      

 

 

            Masih banyak mahasiswa Unimed yang mendisintegrasikan hard skill dan soft skill yang membuat mahasiswa menjadi terblok-blok. Ada yang hanya mementingkan hard skill tanpa mementingkansoft skill dan ada pula yang hanya mementingkan soft skill aja tanpa mementingkan hard skill. Situasi pribadi yang seperti ini akan menciptakan pribadi yang pintar, namun tidak bertanggung jawab; pintar, namun tidak sopan; pintar, namun tidak disiplin; pintar, tetapi tidak menghargai orang lain; sopan, namun tidak cerdas; disiplin, tapi bodoh; bertanggungjawab, tapi tidak cerdas.

            Sebagai contoh, dapat dilihat dari kelakuan sebagian mahasiswa unimed yang lebih mengorientasikan diri di tempat-tempat bermain dan hiburan yang tidak semestinya (seperti tempat bilyard). Tidak sedikit dari mereka yang merupakan mahasiswa pintar, tetapi dengan kebiasaan seperti itu sangat menunjukkan mahasiswa sebagai caln sarjana tidak memiliki kepribadian yang memuat atribut soft skill yang positif di dalamnya.

-          Diskriminasi Porsi Hard skill dan Soft skill

               
 

HARD SKILL

 

 

SOFT SKILL

 

     

SOFT SKILL

 

       

HARD SKILL

 

 
 
 

 

Sebagian mahasiswa Unimed sudah mengintegrasikan nilai hard skill dan soft skill dalam dirinya, namun masih terjadi masalah/gap, yaitu membedakan porsi atau kuantitas (diskriminasi porsi) antara hard skill dan soft skill. Hal-hal semacam ini akan menghasilkan pribadi mahasiswa yang pintar, namun kurang bertanggung jawab; pintar, namun kurang disiplin; pintar, namun kurang bijak; pintar, namun kurang bisa bekerjasama; bijak, namun kurang cerdas; bertanggung jawab, namun kurang cerdas.

            Contoh nyata yang dapat dilihat dari kebiasaan mahasiswa unimed, yaitu pada saat pada forum ilmiah selalu sering menunjukkan sikap yang kurang berkarakter-cerdas. Seperti dalam kegiatan presentase kelas, sering sekali mahasiswa yang pintar memberikan pendapat tetapi kurang memperhatikan etka dalam penyampaian pendapat.

            Deskripsi mengenai pribadi yang timbul akibat kesenjangan pengamalan hard skill dan soft skill tersebut hendaknya dihindari jauh-jauh oleh mahasiswa Unimed yang notabene merupakan kaum intelektual ayng dibutuhkan untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih positif.

-          Pembenahan yang Seharusnya Dilakukan Mahasiswa Unimed

Pemaparan yang telah diuraikan sebelumnya harusnya bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi mahasiswa Unimed untuk membenahi pemahaman konsep hard skill dan soft skill. Hard skill dan soft skill merupakan komponen penting yang harus dihayati oleh mahasiswa, dan seharusnya mahasiswa Unimed melakukan integrasi dan indiskriminasi porsi. Artinya dalam mengamalkan hard skill dan soft skill, keduanya dipadukan dan disamakan kuantitas pengamalannya, jangan hanya bertitik tolak pada satu aspek karena alasan-alasan tertentu.

   seharusnya seperti ini:

 
   

 

 

Berkarakter-cerdas

 

 

 

 

 

Jika hard skill dan soft skill diintegrasikan dan di-indiskriminasikan porsinya, maka akan tercipta karakter mahasiswa yang pintar dan bertanggungjawab; pintar dan disiplin; pintar dan cerdas; cerdas dan bertanggungjawab;cerdas dan beriman; pintar dan bertakwa.

Sebagai calon guru yang akan membentuk peserta didik menjadi pribadi yang cerdas dan berkarakter sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, mahasiswa sejak dini harus membentuk pribadi sebagai mahasiswa Unimed yang berkarakter-cerdas. Jika mahasiswa tidak memiliki pribadi yang berkarakter-cerdas dan memiliki pengamalan hard skill dan soft skill yang timpang dalam diri mahasiswa, maka mahasiswa Unimed yang lulus dan mengajar akan menciptakan suatu kecelakaan pendidikan. Oleh karena mahasiswa perlu mengetahui bahwa pada pertemuan Pasca Sarjana LPTK seluruh Indonesia di Padang (Prayitno, 2010) menetapkan bahwa visi pendidikan/pembelajaran adalah “terbangunnya karakter-cerdas pada diri peserta didik untuk berkehidupan secara berkarakter-cerdas dalam berbagai bidang dan wilayah kehidupan”. Ini adalah tugas dan kewajiban mahasiswa Unimed ke depan.

Selain itu juga bagi mahasiswa Unimed yang bergelut pada bidang non-kependidikan dan akan menjadi seorang saintis perlu juga menguasai hard skill dan soft skill secara harmonis guna menghadapi dunia kerja dan stake holder. Jika mahasiswa yang akan menjadi saintis tidak mengintegrasikan dan tidak melakukan indiskriminasi porsi hard skill dan soft skill maka akan menciptakan suatu kecelakaan. Ilmu pengetahuan yang diterapkan dengan “membabi buta” dan tanpa nilai/norma yang mendasari akan menciptakan kehancuran di muka bumi.

Gultom (2009) menyatakan bahwa agar seseorang dapat melakukan sesuatu dalam pekerjaannya, tentu saja seseorang harus memiliki kemampuan (ability) dalam bentuk pengetahuan (knowledge), sikap (attitude), dan keterampilan (skill) yang sesuai bidang pekerjaannya. Begitu juga dengan Unimed sebagai sebuah lembaga pendidikan harus berusaha membentuk mahasiswa yang berkarakter-cerdas dengan berbagai program lunak menyangkut pengembangan kepribadian dan keterampilan mahasiswa. Suproto (dalam Yamin, 2008) menyatakan bahwa dibutuhkan kurikulum yang menyeimbangkan agar bangsa ini berdaya saing tinggi, yakni antara hard skill dan soft skill yang mengakomodasi aspek tekhnis dan spirit technopreneurship.

Oleh karena itu, mahasiswa harus melakukan integrasi-indiskriminasi porsi hard skill dan soft skill agar bisa menjadi mahasiswa yang berkarakter-cerdas sesuai dengan tuntutan masa depan dalam pembangunan era modern, mahasiswa harus memiliki keseimbangan antara ilmu dan perilaku. Mahasiswa bisa melakukannya dengn perlahan dan dengan “taubat” untuk hal-hal yang tidak berkarakter-cerdas. Hal ini juga tidak terbatas kepada mahasiswa saja, dosen dan pihak universitas juga harus memberikan sistem pendidikan yang menekankan pada harmonisasi ilmu-perilaku dengan mengetatkan perencanaan dan pelaksanaan kurikulum yang terintegrasi dan mahasiswa harus diberikan “warning”. Hal ini juga membutuhkan partisipasi aktif berbagai pihak.

  1. C.      PENUTUP

 Kesimpulan

Dari seluruh paparan yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa hard skill dan soft skill merupakan sebuah program yang harus dikuasai mahasiswa Unimed dari berbagai bidang studi. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak terjadi disintegrasi dan diskriminasi porsi hard skill dan soft skill dalam diri mahasiswa Unimed. Sebagai unsur pembentuk karakter-cerdas, hard skill dan soft skill merupakan suatu hal yang harus diaplikasikan dalam kehidupan mahasiswa Unimed sebagai seorang mahasiswa dan calon sarjana yang akan mengabdi bagi pendidikan dan kemajuan negara. Oleh karena itu, mahasiswa harus melakukan usaha integrasi dan indiskriminasi porsi hard skill dan soft skill guna menjadi mahasiswa Unimed yang berkarakter-cerdas dan sesuai dengan tuntutan visi kemajuan dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan ke depan.

Saran

Adapun saran yang diberikan penulis dalam hal ini adalah bagi mahasiswa Unimed agar bisa melakukan manajemen diri terkait dengan integrasi dan indiskriminasi porsi hard skill dan soft skill agar bisa menjadi mahasiswa yang berkarakter-cerdas dan menghindari perpecahan atau disintegrasi hard skil dan soft skill., selain Bagi Unimed dan seluruh civitas akademika yang memiliki andil dalam pembentukan karakter mahasiswa hendaknya lebih bijak dalam melakukan pendekatan konsepsi mengenai pemahaman hard skill dan soft skill yang harus diaplikasikan mahasiswa agar tidak terjadi disintegrai dan diskriminasi porsi hard skill dan soft skill pada diri mahasiswa Unimed, dan mahasiswa Unimed bisa menjadi lulusan yang berkualitas, unggul, dan terampil dengan karakter-cerdas.

Daftar Pustaka

Danim, Sudarwan. 2008. Media Komunikasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

Echole, Jhon dan Hassan Sadily. 1986. Kamus Inggris-Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Gultom, Syawal. Dkk. 2010. Kompetensi Guru. Medan: Unimed

Muaddab, Hafis.2010. Soft Skill-Hard Skill Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi:

http://hafismuaddab.wordpress.com/2010/02/13/pengertian-soft-skill-dan-hard-skill/

Notosusanto, Nugroho. 1984. Wawasan Almamater. Jakarta: UI Press

Prayitno, dan Belferik Manullang. 2010. Pendidikan Karakter dalam Pembangunan

Bangsa. Medan: PPS Unimed

Shindunata. 2000. Membuka Masa Depan Anak-anak Kita. Yogyakarta: Kanisius

Yamin, Moh. 2008. Menggugat Pendidikan Indonesia. Jakarta : Gramedia

Zuchdi, Darmiyati. 2009. Humanisasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

http://catur.dosen.akprind.ac.id/2009/01/19/indikator-soft-skill/  diunduh pada hari

Minggu/07/11/2010 pukul 20.32 wib

MENYONGSONG 2013 DI USIA 263 TAHUN, LANGKAT HARUS LEBIH “BERBENAH”

TULISAN INI DIIKUTSERTAKAN DALAM LOMBA KARYA TULIS HARI JADI KABUPATEN LANGKAT YANG KE 263 TAHUN

Oleh : Muhammad Akbar, S.Pd.*)

Sebagai sebuah Kabupaten, Langkat adalah salah satu dari sekian banyak Kabupaten di Sumatera Utara yang memiliki prestasi yang cukup membanggakan. Selama 3 tahun lebih kepemimpinan Bupati Langkat H. Ngogesa Sitepu, beberapa prestasi dalam bidang pembangunan telah berhasil diperoleh, dalam tahun 2012 ini saja setidaknya 9 prestasi nasional telah diukir oleh Bupati Langkat ini, diantaranya Adipura, Wahana Tata Nugraha, Adiwiyata Mandiri,  Adiwiyata, Pembina K-3, Manggala Karya Kencana, Pribadi Inspirasi Anak Bangsa, Government Award dan APDESI Award. Ini membuktikan bahwa setelah 3 tahun lebih kepemimpinan Bupati bertubuh tegap ini telah menunjukkan progres yang cukup membanggakan. Namun, prestasi bukanlah jawaban yang paling benar untuk menjawab keluh kesah masyarakat yang hidup secara nyata di bawah sistem kepemimpinan daerah.

Gambar

Menyongsong tahun 2013 menuju 263 tahun Kabupaten Langkat atau setahun lebih sebelum masa jabatan Bupati Langkat berakhir pada Februari 2014 mendatang, masalah yang akan tetap menjadi headline utama adalah bagaimana membangun daerah yang dipimpin sebagai satu kesatuan utuh yang mengembangkan sistem pembangunan berbasis masyarakat yang proaktif untuk mencapai kesejahteraan yang dewasa ini masih sangat mahal dan sangat sulit terjamah. Beberapa sektor penting dalam pembangunan daerah Langkat menuju usia 263 tahun pada januari 2013 mendatang diantaranya adalah Memperbaiki Kualitas Pendidikan, membenahi Lingkungan Hidup, Menggeliatkan Iklim Investasi, serta Memajukan Sektor Pembangunan Non Migas khususnya Pariwisata, dan Memperbaiki Sistem Birokrasi untuk menunjang percepatan pembangunan daerah Kabupaten Langkat yang bermartabat dan transparan.

1. Memperbaiki Kualitas Pendidikan

Pendidikan adalah tiang utama untuk mencapai kemakmuran karena pendidikan merupakan bentuk investasi jangka penjang. Jika kita ingin melihat masa depan suatu bangsa, maka lihatlah bagaimana rupa pendidikannya saat ini. Jika sistem dan sumberdaya manusia yang dikembangkan secara baik maka masa depan bangsa akan baik pula dan sebaliknya. Begitu halnya dengan Kabupaten Langkat, pendidikan dan kesehatan harus menjadi prioritas utama yang diperbaiki oleh Ngogesa beserta seluruh jajaran di Kabupaten Langkat dalam hal ini di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Langkat. Isu korupsi yang menimpa jajaran Dinas Pendidikan Langkat  sedikit banyak memukul telak kualitas pendidikan di kabupaten yang pada 2013 ini akan genap berusia 263 tahun. Pendidikan seyogyanya menjadi ajang untuk menempa kualitas sumberdaya manusia yang unggul, cerdas, baik, beriman dan bertaqwa pada Allah Yang Mahakuasa, dan berkarakter, namun pada kenyataannya dengan isu korupsi di jajaran Diknas langkat ini mencemari pendidikan itu sendiri, apalagi mutu pendidikan di Kabupaten Langkat masih terbilang sangat rendah dan yang mencengangkan adalah masuknya langkat sebagai 5 besar daerah di Sumut yang memiliki anak-anak penyandang buta aksara sebanyak 20.694 anak. Tamparan keras bagi jajaran Diknas Langkat yang saat ini tengah goyang. Hal ini harus menjadi sebuah prioritas besar Pemda Langkat untuk menyegerakan restorasi di bidang pendidikan dan terus berbenah sehingga pemberdayaan manusia yang unggul dapat segera dipercepat.

Gambar

2. Membenahi Kualitas Lingkungan Hidup

UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup telah jelas mengamanatkan tiap pelaksana di daerah baik itu masyarakat maupun pemerintah dengan segala perangkat yang berwenang untuk melakukan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan, tidak terkecuali untuk Kabupaten Langkat. Adipura yang diganjar kepada jajaran pemerintahan daerah di bawah Ngogesa Sitepu boleh saja menjadi angin segar bagi masyarakat Langkat tentang sebuah prestasi ssebagai daerah yang bersih meskipun pada kenyataannya bersih itu menjadi sebuah relatifitas yang jangkauan ukur real nya sangat susah untuk direlevansikan.

Gambar

Namun pada intinya masalah lingkungan hidup tidak hanya berkutat pada sebanyak apa piala Adipura dapat diraih. Hakikatnya  lingkungan hidup adalah tempat seluruh organisme saling melakukan simbiosis mutualisme untuk dapat hidup berdampingan dalam keserasian dan kelestarian yang berkelanjutan. Langkat yang menuju usia uzur ini masih memiliki pekerjaan rumah yang sangat berat terkait dengan masalah lingkungan hidup. lemahnya kinerja dan koordinasi serta berbagai indikasi kelalaian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat berakibat pada hilangnya lahan Hutan Wisata Bahari di Pulau Sembilan Langkat yang disulap menjadi perkebunan kelapa sawit.

Setidaknya di kabupaten Langkat ada 1.540 hektare lahan mangrove yang mengalami kerusakan selama 2012. Lain lagi mengenai masalah Hutan Leuser yang masuk dalam territory Kabupaten Langkat yang hampir setiap hari mengalami “pemerkosaan” oleh penebang liar dan pemburu liar. Ini harus menjadi salah satu prioritas perbaikan utama bagi pemerintah daerah khususnya Langkat.

3. Menggeliatkan Iklim Investasi

Setiap daerah di Indonesia terlebih semenjak diberlakukannya sistem Otonomi Daerah (OTDA) pada tahun 1999 melalui UU No. 22 Tahun 1999 di mana Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota diberikan keleluasaan untuk merencanakan dan melakukan orientasi kebijakan guna membangun dan menata daerahnya. Pasal 5 ayat 1 UU No.22 Tahun 1999 Daerah dibentuk berdasarkan pertimbangan kemampuan ekonomi, potensi Daerah, sosial-budaya, sosial-politik, jumlah penduduk, luas daerah, dan pertimbangan lain yang memungkinkan terselenggaranya Otonomi Daerah.

Gambar

Untuk mengefektifkan daerah yang berpotensi seperti Langkat, menggeliatkan iklim investasi sebagai penyokong pembangunan daerah haruslah dilakukan dengan sangat baik menuju pembangunan yang berkeadilan sosial. Investasi tidak hanya sekedar mendatangkan para penanam modal untuk memanfaatkan potensi daerah untuk diolah menjadi suatu keluaran yang bernilai jual, namun lebih dari itu investasi harus dikelola sebagai sebuah sistem yang mengakomodir kepentingan daerah untuk mencapai tujuan pembangunan yang merata. Namun pekerjaan rumah yang harus diperhatikan untuk membangun sistem iklim investasi yang baik di Langkat adalah dengan menarik investor untuk mau menanamkan  modalnya. Beberapa hal yang harus dilakukan jajaran Pemda Langkat untuk menarik investor mau menanamkan modalnya, yakni: Memahami Investasi Asing Langsung, Membangun sebuah Badan Promosi Iklim Investasi, Menciptakan Strategi Promosi Investasi, Membangun Kemitraan yang Efektif, Memperkuat Citra Daerah / Lokasi, Membidik dan Membangkitkan Peluang Investasi, Pelayanan Investor, Memonitor dan Mengevalusi Aktifitas dan Hasil, dan Memanfaatkan Teknologi Informasi. Beberapa cara ini harus dijadikan patokan bagi Kabupaten Langkat untuk membangun sistem investasi yang berguna untuk membantu menopang pemerintah dalam menggeliatkan roda perekonomian dan melibatkan masyarakat Langkat sebagai pelaku ekonomi yang proaktif. Namun, iklim investasi yang dibangun haruslah berdasarkan keadilan sosial bagi masyarakat dan bukan karena kongkalikong antar pemangku kepentingan di Langkat yang pada akhirnya akan membawa petaka bagi masyarakat Langkat.

4. Memajukan Sektor Ekonomi Non Migas, Pariwisata

Langkat dengan Pangkalan Brandan dan Pangkalan Susu nya sudah barang tentu menjadi sebuah kebanggan tersendiri karena memiliki daerah penghasil minyak nasional. Namun, itu dulu, ketika kedua tempat ini berjaya, ia menjadi salah satu penopang penting bangkitnya perekonomian Kabupaten Langkat, namun kini setelah diakuisisi oleh investor asing, Pangkalan Brandan dan Pangkalan Susu tak lebih dari sekedar tempat pengolahan bukan tempat penghasil. Alhasil sumberdaya ekonomi Langkat yang sedikit banyak bergantung pada sektor migas harus terpangkas karenanya. Strategi yang harus dipersiapkan dalam rangka tetap berdiri dengan kondisi ekonomi yang mau tidak mau suka tidak suka sedikit demi sedikit lepas dari ketergantungan migas, Langkat harus mampu mengembangkan sumberdaya ekonomi non migas sebagai alternatif pemasukan daerah dan membentuk jaring ekonomi yang juga melibatkan masyarakat sekitar. Salah satu sektor pendapatan non migas yang penting dikembangkan di Kabupaten Langkat adalah sektor Pariwisata.

Gambar

Sektor pariwisata adalah sektor yang sangat penting, selain sebagai sarana promosi daerah dan sarana penghasil pendapatan asli daerah, pariwisata juga menjadi bagian penting untuk mengembangkan kemandirian ekonomi yang langsung melibatkan masyarakat sekitar lokasi wisata. Ada banyak tempat wisata di Langkat, seperti Lokasi Ekowisata Tangkahan, Bukit Lawang, Pantai Braweh, Kampung Bali, dan lain-lain. Namun, hal yang sangat mengganggu pengembangan wisata di Langkat adalah buruknya infrastruktur yang mendukung pengembangannya. Pemerintah Kabupaten Langkat secepatnya harus memperbaiki infrastruktur menuju dan di lokasi wisata terutama untuk moda transportasi dan segala hal yang mendukung tercptanya tempat wisata yang sesuai dengan tuntunan sapta pesona. Sentuhan magis yang baru dan mutakhir diharapkan lahir dari jajaran Dinas Pariwisata Langkat untuk menggenjot pengembangan sektor pariwisata yang berpotensi besar dikembangkan di Langkat.

5. Memperbaiki Sistem Birokrasi

Sudah rahasia umum kalau masyarakat akan sering mengkerutkan kening jika berurusan dengan yang namanya “birokrasi”. Birokrasi dianggap bagaikan ular yang selalu membelit. Kualitas pelayanan yang rendah kerap ditemukan pada instansi pemerintahan tatkala masyarakat ingin  melakukan urusan yang berbau administratif.  Buruknya sistem birokrasi ini dapat dengan mudah dijumpai di kantor-kantor kelurahan atau desa dan kecamatan sampai kepada tempat pelayanan publik seperti rumah sakit.  Reformasi birokrasi di Kabupaten Langkat masih belum berjalan dengan baik. Performa yang ditunjukkan oleh aparatur sipil negara dalam melakukan pelayanan publik di Kabupaten Langkat masih banyak kelemahan dari sisi ramah tamah serta efesiensi waktu. Hal ini harus mendapat perhatian yang serius guna mengembalikan kepercayaan amsyarakat kepada performa dan kinerja aparat Pemerintah Daerah Kabupaten Langkat harus segera melakukan tindakan tegas pada oknum-oknum pelaku birokrasi yang “nakal”.

Gambar

Sebagai momentum menyongsong 2013 menuju 263 tahun Kabupaten Langkat, untuk introspeksi seluruh jajaran pemerintahan Langkat, 5 point tersebut kiranya menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan atau paling tidak diperbaiki karena sebagai sebuah Kabupaten yang terbilang sangat tua, Langkat harus terus berbenah menuju pemerintahan yang berkeadilan sosial dan melakukan pembangunan yang efektif demi kemajuan Langkat sebagai Kabupaten yang berdaulat dan bermartabat serta sejahtera

*) Penulis adalah Penduduk Kabupaten Langkat Lulusan Pendidikan Geografi   

    Universitas Negeri Medan, dan Pengamat Pembangunan dan Pendidikan

 

GEMPA

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Seluruh orang di dunia pasti mengetahui apa yang disebut dengan gempa bumi. Bencana yang dalam istilah geografi disebut dengan bencana geologi ini seringkali terjadi di banyak negara terutama yang berada di kawasan pertemuan lempeng, serta yang banyak aktivitaas vulkaniknya. Masih jelas diingatan mengenai ganasnya guncangan gempa yang terjadi di negeri ini.
Jika berbicara gempa bumi kurang enak rasanya jika tidak membicarakan dampak dan kerusakan yang terjadi karenanya. Berbagai data telah ditunjukkan dalam berbagai kejadian gemppa bumi yang banyak menelan korban jiwa. Apa dan bagaimana sebenarnya proses gempa bumi itu berlangsung akan kita bahas nanti pada bagian yang berikutnya.
Gerakan – gerakan seperti apa yang membuat kulit – kulit bumi yang berdiameter puluhan kilometer ini dapat bergerak dan menimbulkan guncangan hebat dan bencana ‘susulan’ yang lainnya. Kebanyakan persepsi awam mengatakan kalau grmps merupakan guncangan bumi yang berkembang dan ada juga yang mengaitkan kejadian gempa bumi yang santer terjadi di beberapa bagian di belahan bumi ini dengan kepercayaan dan mitologi yang berbau takhayul, khususnya yang terjadi di Indonesia, tidak sedikit yang memiliki persepsi bahwa gempa dan tsunami yag terjadi merupakan wujud kemarahan dari penunggu laut yang diakibatkan oleh ulah manusia. Selain itu, fenomena gempa sering dikaitkan dengan pembentukan gunung api dan lain sebagainya. Bagaimanakah proses semuanya akan dipaparkan secara ilmiah dalam makalah ini.
Namun, bagaimanakah para pelajar dan kaum intelektual menyikapi masalah ini, dan bagaimanakah gempabumi tersebut akan bisa dijelaskan secara ilmiah agar berbagai mitos yang berkembang dapat pudar. Karena berbagai fenomena alam yang terjadi di dalam maupun permukaan bumi pastilah memiliki proses yang berlkangsung secara ilmiah dan bisa dipertanggungjawabkan secara teoriis dan aplikatif. Bagaimana gempa itu terjadi, apa saja jenis gempa, bagaimana prosesnya dan apa dempaknya akan dibicarakan lebih lanjut.

2. Rumusan masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam hal ini adalah :
 Apa itu gempa bumi ;
 Apa saja jenis gempa bumi yang terjadi di bumi ini ;
 Bagaimana proses terjadinya gempa bumi ; dan
 Apa saja dampak yang ditimbulkan.
3. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah ingin menjelaskan secara ilmiah mengenai jenis – jenis gempa bumi, prosesnya, dan apa dampak yag diberikan .
4. Manfaat
Manfaat yang akan didapatkan dari penulisan makalah ini adalah :
 Agar dapat menjadi bahan referensi mengenai bencana geologi khususnya gempa bumi ;
 Memberikan informasi bagi semuanya tentang gempa bumi dan proesnya serta dampak yang diberikan sebagai kerangka acuan dalam mengantisipasi kejadian yag berikutnya.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Gempa
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.
B. Tipe – Tipe Gempa Bumi
Ada beberapa tipe gempa bumi yang terjadi di seluruh belahan dunia, yaitu :
1. Gempa bumi vulkanik ( Gunung Api ) ; Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempabumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.
2. Gempa bumi tektonik ; Gempabumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan [tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik. Teori dari tektonik plate (plat tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik. Gempa bumi tektonik memang unik. Peta penyebarannya mengikuti pola dan aturan yang khusus dan menyempit, yakni mengikuti pola-pola pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang menyusun kerak bumi. Dalam ilmu kebumian (geologi), kerangka teoretis tektonik lempeng merupakan postulat untuk menjelaskan fenomena gempa bumi tektonik yang melanda hampir seluruh kawasan, yang berdekatan dengan batas pertemuan lempeng tektonik. Contoh gempa tektonik ialah seperti yang terjadi di Yogyakarta, Indonesia pada Sabtu, 27 Mei 2006 dini hari, pukul 05.54 WIB,
3. Gempa bumi tumbukan ; Gempa bumi ini diakibatkan oleh tumbukan meteor atau asteroid yang jatuh ke bumi, jenis gempa bumi ini jarang terjadi
4. Gempa bumi runtuhan ; Gempa bumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.
5. Gempa bumi buatan ; Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.
C. Penyebab Terjadinya Gempa
Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itu lah gempa bumi akan terjadi.
Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.
Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi
PROSES KEJADIAN
Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat di tahan oleh lempeng tektonik tersebut. Proses pelepasan energi berupa gelombang elastis yang disebut gelombang seismik atau gempa yang sampai ke permukaan bumi dan menimbulkan getaran dan kerusakan terhadap benda benda atau bangunan di permukaan bumi. Besarnya kerusakan tergantung dengan besar dan lamanya getaran yang sampai ke permukaan bumi. Selain itu juga tergantung dengan kekuatan struktur bangunan.
Para ahli gempa mengklasifikasikan gempa menjadi dua katagori, gempa intra lempeng (intraplate) dan antar lempeng ( interplate). Gempa intraplate adalah gempa yang terjadi di dalam lempeng itu sendiri, sedangkan gempa interplate terjadi di batas antar dua lempeng .
Sebenarnya gempa bumi terjadi setiap hari, namun kebanyakan tidak terasa oleh manusia , hanya alat seismograph saja yang dapat mencatatnya dan tidak semuanya menyebabkan kerusakan . Di Indonesia gempa merusak terjadi 3 sampai 5 kali dalam setahun.
Proses terjadinya gempa bumi dapat dilihat dari penyebab utama terjadinya gempa bumi. Ada 5 (lima) jenis gempa bumi yang dapat dibedakan menurut terjadinya, yaitu:

1. Gempa Tektonik
2. Gempa Vulkanik
3. Gempa Runtuhan
4. Gempa Jatuhan
5. Gempa Buatan
– Gempa Tektonik
Seperti diketahui bahwa kulit bumi terdiri dari lempeng lempeng tektonik yang terdiri dari lapisan lapisan batuan. Tiap tiap lapisan memiliki kekerasan dan massa jenis yang berbeda satu sama lain. Lapisan kulit bumi tersebut mengalami pergeseran akibat arus konveksi yang terjadi di dalam bumi.
Gambar Proses Terjadinya Gempa Tektonik
a. Sesar aktif bergerak sedikit demi sedikit kearah yng saling berlawanan Pada tahap ini terjadi akumulasi energi elastis.
b. Pada tahap ini mulai terjadi deformasi sesar, karena energi elastis makin besar.
c. Pada tahap ini terjadi pelepasan energi secara mendadak sehingga terjadi peristiwa yang disebut gempa bumi tektonik
d. Pada tahap ini sesar kembali mencapai tingkat keseimbangannya kembali. Pergeseran ini kian lama menimbulkan energi-energi stress yang sewaktu waktu terjadi pelepasan energi yang mendadak. Peristiwa inilah yang disebut gempa tektonik yaitu peristiwa pelepasan energi secara tiba-tiba di dalam batuan sepanjang sesar atau patahan seperti terlihat dalam gambar.

- Gempa Vulkanik
Sesuai dengan namanya gempa vulkanik atau gempa gunung api merupakan peristiwa gempa bumi yang disebabkan oleh tekanan magma dalam gunung berapi. Gempa ini dapat terjadi sebelum dan saat letusan gunung api. Getarannya kadang-kadang dapat dirasakan oleh manusia dan hewan sekitar gunung berapi itu berada. Perkiraaan meletusnya gunung berapi salah satunya ditandai dengan sering terjadinya getaran-getaran gempa vulkanik.

Erupsi gunung berapi menimbulkan getaran gempa yang ukup besar disekitar daerah letusan
– Gempa Runtuhan
Gempa runtuhan atau terban merupakan gempa bumi yang terjadi karena adanya runtuhan tanah atau batuan. Lereng gunung atau pantai yang curam memiliki energi potensial yang besar untuk runtuh, juga terjadi di kawasan tambang akibat runtuhnya dinding atau terowongan pada tambang-tambang bawah tanah sehingga dapat menimbulkan getaran di sekitar daerah runtuhan, namun dampaknya tidak begitu membahayakan. Justru dampak yang berbahaya adalah akibat timbunan batuan atau tanah longsor itu sendiri.
Gambar di samping menunjukkan longsoran tanah yang menimbulkan getaran yang cukup kecil yang disebut dengan gempa runtuhan atau gempa longsoran

- Gempa Jatuhan
Bumi merupakan salah satu planet yang ada dalam susunan tata surya. Dalam tata surya kita terdapat ribuan meteor atau batuan yang bertebaran mengelilingi orbit bumi. Sewaktu-waktu meteor tersebut jatuh ke atmosfir bumi dan kadang-kadang sampai ke permukaan bumi. Meteor yang jatuh ini akan menimbulkan getaran bumi jika massa meteor cukup besar. Getaran ini disebut gempa jatuhan, namun gempa ini jarang sekali terjadi.

kawah terletak dekat Flagstaff, Arizona, sepanjang 1,13 km akibat kejatuhan meteorite 50.000 tahun yang lalu dengan diameter 50 m.
– Gempa Buatan
Suatu percobaan peledakan nuklir bawah tanah atau laut dapat menimbulkan getaran bumi yang dapat tercatat oleh seismograph seluruh permukaan bumi tergantung dengan kekuatan ledakan, sedangkan ledakan dinamit di bawah permukaan bumi juga dapat menimbulkan getaran namun efek getarannya sangat lokal.
Zona Gempa

Zona Gempa Dunia
Zona gempa dunia terbagi atas dua jalur, yaitu Jalur Circum Pasifik dan Jalur Mediteranian. Jalur Circum Pasifik adalah jalur wilayah dimana banyak terjadi gempa-gempa dalam dan juga gempa- gempa besar yang dangkal. Jalur ini terbentang mulai dari Sulawesi, Filipina , Jepang, dan kepulauan Hawai
Jalur Mediteranian adalah jalur wilayah dimana banyak terjadi gempa-gempa besar yang membentang dari benua Amerika, Eropah ,Timur Tengah, India , Sumatera, Jawa dan Nusa Tenggara.
Pada jalur inilah sering terjadi gempa-gempa tektonik dan juga vulkanik seperti pada gambar di bawah ini.

Sedangkan zona gempa di Indonesia dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa kepulauan Indonesia merupakan daerah rawan gempa tektonik. karena dilewati jalur gempa Mediteran dan Circum Pasifik .
Dampak Gempa
Dalam tulisan ini hanya memuat dampak dari gempa tektonik, karena tipe gempa teknonik adalah tipe gempa yang sering membahayakan jiwa dan raga manusia, juga kerugian harta benda. Ada dua dampak gempa tektonik yang berbahaya, yaitu dampak primer dan dampak skunder. Berikut adalah penjelasan dan contoh dari dampak gempa tektonik:
1. Dampak Primer
Dampak primer yaitu getaran gempa itu sendiri yang sampai ke permukaan bumi dan kalau getarannya cukup besar dapat merusak bangunan dan infra struktur lainnya seperti jalan dan jembatan , rel kereta api, bendungan dan lain lain, sehingga menimbulkan korban jiwa dan kerugian harta benda.
Beberapa contoh gambar dampak primer gempa tektonik:

Gempa di Kobe, Jepang bulan Januari 1995 merusak jalan kereta api express yang menghubungkan Kobe dan Osaka. Lebih dari 6400 orang meninggal.

Gempa dengan kekuatan 6.7 Skala Richter merobohkan jalan bebas hambatan di Los Angeles pada bulan Januari 1994.
2. Dampak Skunder
Dampak sekunder yaitu terjadi tsunami, tanah yang menjadi cairan kental (liquefaction), kebakaran , penyakit dan sebagainya.
Contoh dampak sekunder dalam gambar:
Gambar tersebut menunjukkan kebakaran yang terjadi setelah gempa, dan gambar yang di bawahnya menunjkkan gedung yang miring dan seolah – olah dihisap leh tanah karena gempa yang menghancurkan struktur tanah

Gelombang Tsunami akibat gempa tektonik yang terjadi
CARA PENYELAMATAN DARI BAHAYA GEMPA BUMI
(Sumber: Badan Meteorologi dan Geofisika)
APA YANG HARUS ANDA KERJAKAN SEBELUM, SAAT DAN SESUDAH TERJADI GEMPA BUMI
SEBELUM TERJADI GEMPABUMI
a. Kunci Utama adalah :
1. Mengenali apa yang disebut gempabumi
2. Memastikan bahwa struktur dan letak rumah anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan gempabumi (longsor, liquefaction dll)
3. Mengevaluasi dan merenovasi ulang struktur bangunan anda agar terhindar bahaya gempabumi
b. Kenali lingkungan tempat anda bekerja dan tinggal
1. Memperhatikan letak pintu, lift serta tangga darurat, apabila terjadi gempa bumi, sudah mengetahui tempat paling aman untuk berlindung.
2. Belajar melakukan P3K
3. Belajar menggunakan Pemadam Kebakaran
4. Mencatat Nomor Telpon Penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi
c. Jika anda sedang mengendarai mobil
1. Keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.
2. Lakukan poin 2, (melakukan P3K)
d. Jika anda tinggal atau berada di pantai, jauhi pantai untuk menghindari terjadinya Tsunami.
e. Jika anda tinggal didaerah pegunungan, apabila terjadi gempa bumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

f. Persiapan Rutin pada tempat anda bekerja dan tinggal
1. Perabotan (Lemari, Cabinet, dll) diatur menempel pada dinding (di paku/ di ikat dll) untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempa bumi
2. Menyimpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah, agar terhindar dari kebakaran.
3. Selalu mematikan air, gas dan listrik apa bila sedang tidak digunakan
g. Penyebab celaka yang paling banyak pada saat gempa bumi adalah akibat kejatuhan material
1. Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah.
2. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempa bumi terjadi (mis: lampu dll)
h. Alat yang harus ada di setiap tempat
1. Kotak P3K
2. Senter/lampu Battery
3. Radio
4. Makanan Suplemen dan Air
SESUDAH TERJADI GEMPABUMI
a. Jika anda berada dalam bangunan.
1. Keluar dari bangunan tesebut dengan tertib.
2. Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa.
3. Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K.
4. Telpon/minta pertolongan apabila terjadi luka parah pada anda atau sekitar anda.

b. Periksa lingkungan sekitar anda
1. Periksa apabila terjadi kebakan.
2. Periksa apabila terjadi kebocoran gas.
3. Periksa apabila terjadi arus pendek.
4. Periksa aliran dan pipa air.
5. Periksa segala hal yang dapat membahayakan (mematikan listrik, tidak menyalakan api dll)
c. Jangan masuk kebangunan yang sudah terjadi gempa, karena kemungkian masih terdapat reruntuhan
d. Jangan berjalan disekitar daerah gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.
SAAT TERJADI GEMPA BUMI
a. Jika anda berada dalam bangunan
1. Lindungi kepala dan badan anda dari reruntuhan bangunan (dengan bersembunyi di bawah meja dll).
2. Mencari tempat yang paling aman dari reruntuhan goncangan.
3. Berlari keluar apabila masih dapat dilakukan.
b. Jika berada di luar bangunan atau area terbuka
1. Menghindari dari bangunan yang ada di sekitar anda (seperti gedung, tiang listrik, pohon dll).
2. Perhatikan tempat anda berpijak hindari apabila terjadi rekahan tanah.
c. Mendengarkan informasi mengenai gempa dari radio (apabila terjadi gempa susulan).
d. Mengisi angket yang diberikan oleh Instansi Terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.

BAB III
PENUTUP
1. KESIMPULAN
Adapun yang telah disajikan berupa gempa dan bencana sampigan yang telah di timbulkannya, seperti ;
a. jenis gempa ada lima, yaitu gempa tektonik, vulkani, runtuhan, jatuhan, dan buatan
b. peroses terjadinya gempa sesuai dengan penamaannya dan penyebarannya di dunia sangat banyak
c. dampak yang ditibulkan peta ada yang primer dan skunder dan bisa dijelaskan secara ilmiah; dan
d. ada kiat – kiat yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak gempa.
2. SARAN
Saran yang diberikan adalah kepada para pembaca adalah bahwa gempa merupkan proses geologi yang menghasilakan getaran baik tektonik lempeng, vulkanik, runtuhan, jatuhan, dan buatan karena senjata denganproses yang jelas. Untuk itu buanglah segala itos yang tidak bisa dipertanggungjawabka. Terapkanlah kiat yang telah diberikan untuk meminimalisir jauhnya korban jiwa karena gempa.

OLEH : MUHAMMAD AKBAR
NIM : 308131067
KELAS : B REGULER 08

BAHAN BACAAN
Simanungkalit,Nahor.2008.Gelogi Dasar. Medan : Unimed
Siallagan,Ardi.Drs.2009.Geomorfologi Dasar. Medan : Unimed
http//:www.akbarasia.wordpress.com