hubungan kondisi fisik wilayah dengan aktifitas penduduk

PENDAHULUAN
Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, terletak di garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Karena letaknya yang berada di antara dua benua, dan dua samudra, ia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara). Terdiri dari 17.508 pulau, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan presiden yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.
Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah sekitar 350 tahun penjajahan Belanda, Indonesia menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.
Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Suku Jawa adalah grup etnis terbesar dan secara politis paling dominan. Semboyan nasional Indonesia, “Bhinneka tunggal ika” (“Berbeda-beda tetapi tetap satu”), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi besar dan wilayah yang padat, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.
Indonesia memiliki 17.504 pulau besar dan kecil, sekitar 6000 di antaranya tidak berpenghuni., yang menyebar disekitar khatulistiwa, yang memberikan cuaca tropis. Posisi Indonesia terletak pada koordinat 6°LU – 11°08’LS dan dari 95°’BB – 141°45’BT serta terletak di antara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia/Oseania.
Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Luas daratan Indonesia adalah 1.922.570 km² dan luas perairannya 3.257.483 km². Pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa, di mana setengah populasi Indonesia hidup. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: Jawa dengan luas 132.107 km², Sumatera dengan luas 473.606 km², Kalimantan dengan luas 539.460 km², Sulawesi dengan luas 189.216 km², dan Papua dengan luas 421.981 km². Batas wilayah Indonesia searah penjuru mata angin, yaitu: utara.selatan,timor , dan barat.
Lokasi Indonesia juga terletak di lempeng tektonik, yang berarti Indonesia rawan terkena gempa bumi dan dapat menimbulkan tsunami. Indonesia juga banyak memiliki gunung berapi[31], salah satu yang sangat terkenal adalah gunung Krakatau, terletak di selat Sunda antara pulau Sumatra dan Jawa.
Wilayah Indonesia memiliki keanekaragaman mahluk hidup yang tinggi sehingga oleh beberapa pihak wilayah ekologi Indonesia disebut dengan istilah “Mega biodiversity” atau “keanekaragaman mahluk hidup yang tinggi” umumnya dikenal sebagai Indomalaya atau Malesia bedasarkan penelitian bahwa 10 persen tumbuhan, 12 persen mamalia, 16 persen reptil, 17 persen burung, 25 persen ikan yang ada di dunia hidup di Indonesia, padahal luas Indonesia hanya 1,3 % dari luas Bumi. Kalo dirangking, kekayaan mahluk hidup Indonesia ranking ke-3 setelah Brasil dan Zaire.
Kondisi geografis seperti ini akan mempengaruhi keadaan Indonesia karena Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang alam dan kehidupn di muka bumi serta interaksi manusia dengan lingkungannya dalam kaitannya dengan hubungan / susunan keruangan dan kewilayahan. Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari mengenai pemenuhan kebutuhan masyarakat melalui kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Apbila kedua ilmu ini dikolaborasikan akan menghasilkan satu ilmu terapan, yaitu Geografi Ekonomi.
Geografi ekonomi berarti ilmu yang mempelajari kegiatan ekonomi manusia yang dipandang dari kacamata geografi, yaitu dari pendekatan geografi yang ada
Aktivitas eknomi merupakan segala usaha manusia untuk memenuhi segala kebuthan hdupnya yang bersifat materi, seperti makanan, minuman, pakaian, perumahan,alat perlengkapan, dan lain – lain. Aktivitas ekonomi dikenal 3 macam, yaitu produksi, pertukaran/penyaluran barang, dan pemakaian barang/ konsumsi. Kebutuhan hidup manusia yang harus terpenuhi harus terpelihara agar dapat terjamin secara layak dan berkesinambungan hanya bisa terwujud dengan usaha/kerja manusia yang disebut dengan aktivitas ekonomi tersebut. Dengan adanya aktivitas ekonomi, maka manusia dapat menghasilkan sesuatu.
Segala macam aktivitas ekonomi yangada hanya dapat berlangsung jika berhubungan dengan ;lingkngan hidup manusia, yaitu alam sekitarnya berikut dengan unsur – unsur yang terrdapat di dalamnya , baik yang abstrak maupun yang nyata ( G.T. RENNER : World Economic Geography ). Hal ini berarti dalam segala pemenuhan kebutuhannya manusia tidak bisa terlepas dari alam sekitarnya, sperti nelayan di daerah pesisir, petani di dataran rendahdan tinggi, penambangan di lepas pantai, dan lain – lain. Dengan kata lain, kondisi fisik wilayah akan mempengaruhi kondisi aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Semakin variatif kondisi wilayahnya, semakin bervariasi pula aktivitas ekonomi yang ada.

Demografi
Menurut sensus penduduk 2000, Indonesia memiliki populasi sekitar 206 juta, dan diperkirakan pada tahun 2006 berpenduduk 222 juta. 130 juta (lebih dari 50%) tinggal di Pulau Jawa yang merupakan pulau berpenduduk terbanyak sekaligus pulau dimana ibukota Jakarta berada. Sebagian besar (95%) penduduk Indonesia adalah bangsa Melayu, dan terdapat juga kelompok-kelompok suku Melanesia, Polinesia, dan Mikronesia terutama di Indonesia bagian Timur. Banyak penduduk Indonesia yang menyatakan dirinya sebagai bagian dari kelompok suku yang lebih spesifik, yang dibagi menurut bahasa dan asal daerah, misalnya Jawa, Sunda atau Batak.
Selain itu juga ada penduduk pendatang yang jumlahnya minoritas diantaranya adalah etnis Tionghoa, India, dan Arab. Mereka sudah lama datang ke nusantara dengan jalur perdagangan sejak abad ke 8 SM dan menetap menjadi bagian dari Nusantara. Di Indonesia terdapat sekitar 4 juta populasi etnis Tionghoa. Angka ini berbeda-beda karena hanya pada tahun 1930-an terakhir kalinya pemerintah melakukan sensus dengan menggolong-golongkan masyarakat Indonesia ke dalam suku bangsa dan keturunannya.
Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk oleh sekitar 85,2% penduduk Indonesia, yang menjadikan Indonesia negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Sisanya beragama Protestan (8,9%), Katolik (3%), Hindu (1,8%), Buddha (0,8%), dan lain-lain (0,3%). Selain agama-agama tersebut, pemerintah Indonesia juga secara resmi mengakui Konghucu
Kebanyakan penduduk Indonesia bertutur dalam bahasa daerah sebagai bahasa ibu, namun bahasa resmi Indonesia, bahasa Indonesia, diajarkan di seluruh sekolah-sekolah di negara ini dan dikuasai oleh hampir seluruh penduduk Indonesia.

Ekonomi
1. Pembagian administratif
NanggroeAcehDarussalam, SumateraUtara, SumateraBarat, Riau, Kep.Riau, Kep. Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur,Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat,Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan,Selatan,Sulawesi, Utara, Maluku, Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo,Sulawesi Barat,Sulawesi Selatan,Sulawesi Tenggara,Maluku,Papua Barat, Papua
Indonesia saat ini terdiri dalam 33 provinsi, lima di antaranya daerah istimewa. Tiap provinsi memiliki badan legislatur dan gubernur. Provinsi dibagi menjadi kabupaten dan kota, yang dibagi lagi menjadi kecamatan dan lagi menjadi kelurahan dan desa.

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, DKI Jakarta, D.I. Yogyakarta, Papua, dan Papua Barat memiliki hak istimewa legislatur yang lebih besar dan tingkat otonomi yang lebih tinggi dari pemerintahan pusat daripada provinsi lainnya. Contohnya, pemerintahan Nanggroe Aceh Darussalam memiliki hak untuk membentuk sistem legal sendiri; pada tahun 2003, Aceh mula menetapkan hukum Syariah.[25] Yogyakarta mendapatkan status Daerah Khusus sebagai pengakuan terhadap peran penting Yogyakarta dalam mendukung Indonesia selama Revolusi Indonesia.[26] Provinsi Papua, sebelumnya disebut Irian Jaya, mendapat status otonomi khusus tahun 2001.[27] Jakarta adalah daerah khusus ibukota negara. Timor Portugis digabungkan ke dalam wilayah Indonesia dan menjadi provinsi Timor Timur pada 1979–1999, yang kemudian memisahkan diri melalui referendum menjadi Negara Timor Leste
Sistem ekonomi Indonesia awalnya didukung dengan diluncurkannya Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) yang menjadi mata uang pertama Republik Indonesia, yang selanjutnya berganti menjadi Rupiah.
Pada masa pemerintahan Orde Lama, Indonesia tidak seutuhnya mengadaptasi sistem ekonomi kapitalis, namun juga memadukannya dengan nasionalisme ekonomi. Pemerintah yang belum berpengalaman, masih ikut campur tangan ke dalam beberapa kegiatan produksi yang berpengaruh bagi masyarakat banyak. Hal tersebut, ditambah pula kemelut politik, mengakibatkan terjadinya ketidakstabilan pada ekonomi negara.
Pemerintahaan Orde Baru segera menerapkan disiplin ekonomi yang bertujuan menekan inflasi, menstabilkan mata uang, penjadualan ulang hutang luar negeri, dan berusaha menarik bantuan dan investasi asing. Pada era tahun 1970-an harga minyak bumi yang meningkat menyebabkan melonjaknya nilai ekspor, dan memicu tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata yang tinggi sebesar 7% antara tahun 1968 sampai 1981. Reformasi ekonomi lebih lanjut menjelang akhir tahun 1980-an, antara lain berupa deregulasi sektor keuangan dan pelemahan nilai rupiah yang terkendali, selanjutnya mengalirkan investasi asing ke Indonesia khususnya pada industri-industri berorientasi ekspor pada antara tahun 1989 sampai 1997[33] Ekonomi Indonesia mengalami kemunduran pada akhir tahun 1990-an akibat krisis ekonomi yang melanda sebagian besar Asia pada saat itu,[34] yang disertai pula berakhirnya masa Orde Baru dengan pengunduran diri Presiden Soeharto tanggal 21 Mei 1998.
Saat ini ekonomi Indonesia telah cukup stabil. Pertumbuhan PDB Indonesia tahun 2004 dan 2005 melebihi 5% dan diperkirakan akan terus berlanjut. Namun demikian, dampak pertumbuhan itu belum cukup besar dalam mempengaruhi tingkat pengangguran, yaitu sebesar 9,75%. Perkiraan tahun 2006, sebanyak 17,8% masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan, dan terdapat 49,0% masyarakat yang hidup dengan penghasilan kurang dari AS$2 per hari.
Indonesia mempunyai sumber daya alam yang besar di luar Jawa, termasuk minyak mentah, gas alam, timah, tembaga, dan emas. Indonesia pengekspor gas alam terbesar kedua di dunia, meski akhir-akhir ini ia telah mulai menjadi pengimpor bersih minyak mentah. Hasil pertanian yang utama termasuk beras, teh, kopi, rempah-rempah, dan karet. Sektor jasa adalah penyumbang terbesar PDB, yang mencapai 45,3% untuk PDB 2005. Sedangkan sektor industri menyumbang 40,7%, dan sektor pertanian menyumbang 14,0%. Meskipun demikian, sektor pertanian mempekerjakan lebih banyak orang daripada sektor-sektor lainnya, yaitu 44,3% dari 95 juta orang tenaga kerja. Sektor jasa mempekerjakan 36,9%, dan sisanya sektor industri sebesar 18,8%.Rekan perdagangan terbesar Indonesia adalah Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara jirannya yaitu Malaysia, Singapura dan Australia.
Meski kaya akan sumber daya alam dan manusia, Indonesia masih menghadapi masalah besar dalam bidang kemiskinan yang sebagian besar disebabkan oleh korupsi yang merajalela dalam pemerintahan. Lembaga Transparency International menempatkan Indonesia sebagai peringkat ke-143 dari 180 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi, yang dikeluarkannya pada tahun 2007.

D. KONDISI FISIK WILAYAH GEOGRAFIS INDONESIA DENGAN
AKTIFITAS PENDUDUKNYA
Indonesia merupakan Negara kepulauan yang memiliki keragaman bentuk muka bumi, baik di daratan, maupun dasar laut. Kondisi yang demikian ini ternyata mempunyai hubungan yang erat dengan aktifitas dengan manusianya. Masi ingatkah kalian pada kondisi social suatu wilayah tidak akan terlepas dari keadaan fisiknya. Satu ciri utama kajian geografis adalah mengakaji saling hubungan antara unsur fisik dan unsure social di permukaan bumi.
Pemanfaatan lingkungan fisik oleh manusia pada hakikatnya tergantung pada kondisi lingkungan fisik itu sendiri dan kualitas manusianya. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berpengaruh pada kegiatan manusia untuk megelola dan memanfaatkan kondisi lingkungan fisiknya untuk kesejahteraan hidupnya. Hal iini merupakan jenis aktifitas ekonomi penduduk dalam mengolah alam sebagai hasil daripada geografi.
Berikut adalah bentuk – bentuk muka bumi sebagai akjian daripada geografi:
1. Bentuk-Bentuk Dataran
Ternyata di Indonesia ini memiliki bentang alam atau bentuk permukaan bumi yang ada di daratan berbeda-beda. Ada yang disebut dataran tinggi, ada yang disebut dataran rendah, dan ada yang disebut pantai.
Dataran yang dikenal di Indonesia antara lain :
Dataran tinggi: Bandung, Sukabumi, Gya dan Alas.
Dataran rendah : Karawang, Sidoarjo.
Dataran pantai : Pantai utara pulau jawa, Pantai timur sumatera, Kalimantan Barat.
a. Wilayah dataran tinggi
Dataran tinggi adalah bentuk muka bumi yang relatif datar yang letaknya di daerah yang tinggi yaitu memiliki ketinggian antara 700-800 meter di atas permukaan laut

b. Wilayah pegunungan
Pegunungan merupakan deretan atau rangkaian gunung yang tinggi dibandingkan daerah sekitarnya. Pegunungan memiliki ketinggian 500 m di atas permukaan laut.
c. Wilayah dataran rendah
Dataran rendah adalah bentuk permukaan bumi yang relative datar dan letaknya di daerah yang rendah memiliki ketinggian dari 600 m di atas permukaan laut.
d. Wilayah dataran pantai
Dataran pantai adalah daerah yang letaknya ditepi laut di mana sejauh air pasang masih bisa mencapai daratan.
2. Hubungan Kondisi Fisik Dengan Aktifitas Ekonomi Penduduk
Ternyata lingkungan fisik tempat hidup manusia di permukaan bumi berbeda-beda. Ada wilayah yang bergunung dan berbukit, tanahnya kurang subur, iklimnya tidak nyaman. Kondisi yang demikian akan menyulitkan penduduknya, baik dibidang ekonomi, maupun transportasi. Sebaliknya ada pula wilayah permukaan bumi yang tropografinya landai, iklimnya nyaman, curah hujannya cukup, tanahnya subur. Bagi daerah yang subur tropografinya landai cukup sumber air iklimnya nyaman, menjadi pusat akumulasi penduduk untuk melakukan kegiatan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya.
Aktifitas ekonomi penduduk dalam memenuhi hidupnya cenderung dipengaruhi oleh lingkungan fisiknya, walaupun tidak sepenuhnya mutlak. Kosentrasi penduduk cenderung terjadi pada daerah-daerah yang topografi datar, tanahnya subur, dekat sumber air dan iklimya sejuk. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki manusia maupun mengurangi pengaruh lingkungan alamnya, karena ada faktor-faktor endogen dalam diri manusia yaitu kemampuan untuk mengatasi berbagai kesulitan. Hubungan aktifitas penduduk yang berkaitan dengan kondisi fisik dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Aktivitas Ekonomi penduduk di wilayah dataran tinggi
Aktifitas penduduk karena daerah ini beriklim sejuk. Di dataran tinggi kegiatan ekonomi penduduk cenderung dibidang pertanian lahan kering. Ladang pertanian yang dibudidayakan adalah hortikultura antara lain, sayur-sayuran, buah-buahan dan taman hias.
Gambar pertanian di dataran tinggi:

2. Aktivitas Ekonomi penduduk di wilayah pegunungan
Disamping dimafaakan sebagai areal hutan, wilayah pegunungan banyak dibudidayakan perkebunan, seperti kina, karet dan the. Penduduk yang bermukim di daerah pegunungan sebagian ada yang bekerja sebagai buruh perkebunan.

3. Aktivitas Ekonomi penduduk di wilayah dataran rendah
Dataran rendah merupakan dataran tempat untuk kosentrasiPenduduk, karena itu daerah dataran redah sangat cocok untuk pemukiman penduduk dengan pola kosentris. Aktivitas penduduk terdiri atas berbagai jenis, mulai dari pertanian, perikanan, tambak.
Dibidang pertanian, perkebunan dan perikanan bisa dikembangkan karena tersedianya air yang cukup, di samping iklimnya yang menunjang untuk pertumbuhan tanaman dataran rendah. Disamping itu bidang industri dan jasa di dataran rendah dapat berkembang secara optimal, hal ini bisa terjadi karena ditunjang oleh sarana dan prasarana berupa transportasi jalan raya dan jalan kereta api, pusat pertokoan dan perdagangan serta pendidikan.
gambar disamping adalah gambar
aktifias ekonomi dataran rendah

4. Aktivitas Ekonomi penduduk wilayah pantai
Penduduk yang bertempat tinggal di pantai tidak selalu bermata pencaharian sebagai nelayan. Hal ini tergantung pada kondisi pantainya curam dan terjal tetentu saja akan mencari jalan lain, misalnya sebagi petani, atau pencari sarang burung walet seperti misalnya di pantai Karangbolog Gombong. Karena pada pantai yang tebingnya terjal menyulitkan dipakaii sebagai pelabuhan ikan.
Tetapi jika pantainya landai justru mata pencahariannya sebagai nelayang penangkap ikan, karena pantai yang landai, gelombang laut tidak terlalu besar, baik dijadikan dermaga tempat berlabuhnya kapal-kapal motor para nelayan.

3. Hubungan Kondisi Geografis Dengan Transportasi
Kegiatan transportasi memiliki hubungan erat dengan kondisi fisik suatu daerah dan kegiatan ekonomi suatu daerah. Pada daerah dataran tinggi ongkos transportasi relatif mahal karena medan yang berbukit, tanjakkan, dan banyak berbelok-belok, berpengaruh terhadap pemakaian bahan bakar. Tidak jarang pada daerah berbukit dan bergunug seperti di Irian Jaya transportasi untuk menghubungkan satu daerah dengan daerah lain tidak lewat daratan, tetapi lebih banyak menggunakan pesawat terbang. Berbeda dengan di dataran rendah, sarana jalan yang datar dan tidak ada tanjakan, ongkos transportasi relative murah, dan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi penduduk.
Indonesia memilki wilayah yang beragam yang terdiri dari berbagai pulau yang menjadi kendala yang perlu disikapi dalam kaitannya dengan sarana dan prasarana transportasinya. Jenis sarana transportasi yang ada di Indonesia masih ada yang bersifat dominan dan berbeda-beda.
a. Di Pulau Jawa
Sarana transportasi sungai di Jawa dewasa ini sudah tidak banyak digunakan karena, sungai di Jawa relative pendek-pendek. Disamping itu di Jawa sudah dikembangkan transportasi darat, karena prasarana angkutan sudah maju disbanding pulau-pulau lain, seperti jalan raya, jalan tol, jalan kereta api. Demikian pula sarana transportasi udara di pulau Jawa sudah berkembang sebagai alternative dari transportasi darat.

Gambar di atas merupakan contoh transportasi di Jawa yang di dominasi olek transportasi darat.

b. Di Pulau Sumatera
Di wilayah timur Sumatera yang berawa-rawa dan memiliki banyak sungai-sungai panjang dikembangkan alat angkutan air berupa perahu dan sampan. Untuk transportasi antar pulau-pulau kecil digunakan speedboad dan jel foil. Jadi alat transportasi yang dominan adalah angkutang sungai. Tetapi kebanyakan daerah sumatera adalah daratan sehingga semua jenis transportasi ada di Sumatera.

Gambar di atas merupakan salah satu dari jenis transportasi yang ada di pulau Sumatera selain traonsportasi darat dan udara.
c. Di Pulau Kalimantan
Kondisi geografis di pulau Kalimantan memilki banyak sungai-sungai besar dan panjang-panjang. Pembangunan jalan raya antar propinsi belum berkembang. Oleh karena itu sesuai dengan kondisi fisiknya maka prasarana transportasi yang berkembang di sana adalah sungai, alat transportasi yang dominan perahu dan sampan.

d. Di Sulawesi, Maluku dan Papua
Transportasi yang dikembangkan di Sulawesi sesuai kondisi fisiknya demikian juga yang ada di Maluku dan Papua. Dominan menggunakan pelayaran pantai dan feri.

Aktivitas transportasi merupakan salah satu dari aktifitas ekonomi yang harus memperhatikan kondisi fisik suatui wilayah dan transportasi menjadi sumber pembangunan suatu daerah, karena dengan adanya transportasi maka akan terjadi aktivitas ekonomi yang bagus. Manusia dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya tidak bisa dilepaskan dari jasa transportasi untuk pengangkutan barang dan orang. Disamping itu, karena pengetahuan dan keterampilan manusia tidak selalu sama pada tiap daerah, maka diperlukan transportasi untuk memindahkan seseorang dari satu tempat ke tempat yang kain dalam rangka transfer of knowledge ( Morlok, 1998)

E. PERAN SERTA KOTA SEBAGAI BAGIAN DARI SISTEM EKONOMI

Kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan adanya kepadatan penduduk yang tinggi, strata sosial ekonomi yang heterogen, dan materialistis. Kota adalah bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alami daqn non alami dengan gejala pemusatan penduduk yang cukup padat dan besar dengan corak kehidupan yang bersifat heterogen dan meterialis dengan daerah belakangnya.
Pengertian kota dapat ditijau dari segi morfologinya. Kenampakan kota secara morfologi adalah kenamapakan-kenampakan tertentu yang mempunyai ciri khas fisikal sebuah kota dapat diartikan pula bahwa kota merupakan sebagai suatu daerah tertentu dengan karakteristik tata guna lahan non agraris, sebagian besar tertutup oleh bangunan yang bersifat non reidental maupun residental (secara umu building coverage lebih banyak daripada vegetation coveragesett).
Pengertian kota yang lain dapat diartikan sebagai suatu daerah yang memiliki gejala pemusatan penduduk yang merupakan perwujudan geografis yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografis, sosial, ekonomi, kultur yang terdapat di daerag tersebut dengan adanya pengaruh timbal balik dari daerah-daerah lainnya. Kota merupakan suatu sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan kepadatan penduduk dan diwarnai dengan trata sosial, ekonomi yang heterogen, dan berorientasi pada materialistik.
Kota mempunyai peranan dalam pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran suatu negara. Terdapat dua cara untuk menganalisa peran kota : 1. ahli sejarah, geografi, dan arkeologi membahas kota sebagai tempat kelahiran peradaban dan sebaga sumber inovasi. Ada juga yang membahas peran ekonomi kota sebagai tempat usaha yang memberi kehidupan kepada penduduk, 2. ahli ekonomi perkotaan bukan menganalisa bebrapa peran yang menguntungkan, tetapi memperhatikan berbagai intangan akibat kegiatan kota dalam pertumbuhan ekonomi sepetrti kemacetan lau lintas, pencemaran dan sebagainya.
Kedua pendekatan mengenai peran kota tersebut di atas yang aktif dan pasif menyebabkan hal penting bagi perencana kota yaitu memberi tugas : mengusahakan untuk memajukan kegiatan konomi kota, atau untuk menguragi rintangan yang diakibatkan oleh kota, atau kedua-duanya.
Kota-kota di Asia yang dipengaruhi oleh globalisasi mulai bersaing untuk menarik modal dalam negeri dan luar negeri, yang menciptakan kesempatan kerja dan membangkit pendapatan, dengan meyediakan lingkungan yang menarik bagi investasi yang dihbungkan dengan : aturan perpajakan, kebijaksanaan ekonomi, prasarana dan pelayanan, dan kestabilan politik. Penyediaan lingkungan untuk menarik investasi itu antara lain dilakukan Indonesia dengan menyediakan lahan untuk kawasan industri di berbagai propinsi di Indonesia pada tahun 1990.
Dengan trsedianya teknologi informasi yang maju dan globalisasi ekonomi, maka para investor dapat dengan mudah untuk memindahkan modalnya dari lokasi yang satu ke lokasi yang lain untuk menginvestasikan uangnya dalam berbagai usaha, misalnya perumahan, industri, pabrik dan sebagainya.
Kota dilihat dari segi ekonomi menonjolkan adanya pusat-pusat perdagangan seperti pasar, mall, swalayan, pbrik-pabrik dan adanya sarana prasarana yang menunjang seperti hotel, penginapan, rumah sewa, bank, stasiun, terminal, bandar udara dan sebagainya yang banyak dapat memasukkan uang bagi kota yang dapat dipergunakan untuk pembiayan pemeliharaan kota. Di perkotaan mata pencaharian penduduk dapat dikategorikan bermata pencaharian non agraris dan sangat bervariasi seperti manufaktur, kepegawaian, jasa dan perdagangan. Ruang kerja yang terbentuk sebagian besar tertutup dalam arti ada di dalam ruangan meskipun tidak semua. Di kota ada berbagai usaha dengan berbagai spesialisasi sehingga akan lebih banyak membuka lapangan pekerjaan. Sehingga akan banyak dijumpai berbagai toko-toko dan tempat usaha atau produksi di dalam kota. Biasanya penduduk di perkotaan mempunyai tempat tinggal yang tidak menyatu atau tidak berdekatan dengan tempat bekerja.

Kota sebagai pusat perdaganga dapat dijelaskan bahwa sebenarnya sudah menjadi sifat umum dari kota-kota tetapi tidak semua kota didominasi oleh kegiatan perdagangan. Ada yang hanya merupakan kebutuhan sehari-hari warga kota, ada yang merupakan perantara bagi perdagangan nasional ataupun internasional tang sering disebutentrepot.

Kota sebagai pusat produksi biasanya terletak dikelilingi oleh daerah-daerah pengahasil bumi atau hasil tambang, sehingga dapat terjadi dua macam kota yaitu kota-kota pengahsil bahan mentah dan kota-kota yang mengubah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi seutuhnya. Di daerah-daerah ini dapat timbul daerah-daerah dengan kota-kota industri, di mana pusat-pusat tersebut dihubungkan dengan jalur transportasi antara kota dengan kota dan antara kota dengan daerahdibelakangnyaatauhinterland-nya.

ANALISIS
Geografi ekonomi mempelajari aktifitas ekonomi dari sudut pandang geografi dan jika dipantau dari pendekatan geografi ekonomi secara keseluruhan wilayah indonesia telah melakukan segala aktifitas ekonomi menurut pendekatan yang ada, tetapi jika dilihat satu persatu prinsipgeografi ekonomi belumlah dijalankan secara sempurna di republik ini.

KESIMPULAN
Dari semua yang ada dapat diketahui bahwa Indonesia merupakan negara yanng sangat berpengaruh dari sisi geografi untuk segala jenis kegiatan ekonomi. Kota dan desa juga berpengaruh besar terhadap aktifitas ekonomi Indonesia. Segala jenis aktifitas ekonomi harus dikaitkan dengan kondisi fisik wilayah geografisnya. Artinya bahwa jika inngin merencanakan suatu kegiatan ekonomi, maka harus memperhatikan faktor lingkungan sekitar, seperti di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah aktifitas ekonominya adalah pertanian dan perkebunan (dataran tinggi terdapat peertanian hortikultura),di daerah pesisir aktifitas ekonminya nelayan,dan lain – lain. Transportasi juga harus diperhatikan dalam kegiatan ekonomi, karena transportasi merupakan faktor pendukung aktifitas ekonomi yang harus memperhatikan kondisi fisik wilayahnya dan manusia dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya tidak bisa dilepaskan dari jasa transportasi untuk pengangkkutan barang dan orang. Tetapi jika dipantau dari pendekatan geografi ekonomi secara keseluruhan wilayah indonesia telah melakukan segala aktifitas ekonomi menurut pendekatan yang ada, tetapi jika dilihat satu persatu prinsipgeografi ekonomi belumlah dijalankan secara sempurna di republik ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s