MENYONGSONG 2013 DI USIA 263 TAHUN, LANGKAT HARUS LEBIH “BERBENAH”

TULISAN INI DIIKUTSERTAKAN DALAM LOMBA KARYA TULIS HARI JADI KABUPATEN LANGKAT YANG KE 263 TAHUN

Oleh : Muhammad Akbar, S.Pd.*)

Sebagai sebuah Kabupaten, Langkat adalah salah satu dari sekian banyak Kabupaten di Sumatera Utara yang memiliki prestasi yang cukup membanggakan. Selama 3 tahun lebih kepemimpinan Bupati Langkat H. Ngogesa Sitepu, beberapa prestasi dalam bidang pembangunan telah berhasil diperoleh, dalam tahun 2012 ini saja setidaknya 9 prestasi nasional telah diukir oleh Bupati Langkat ini, diantaranya Adipura, Wahana Tata Nugraha, Adiwiyata Mandiri,  Adiwiyata, Pembina K-3, Manggala Karya Kencana, Pribadi Inspirasi Anak Bangsa, Government Award dan APDESI Award. Ini membuktikan bahwa setelah 3 tahun lebih kepemimpinan Bupati bertubuh tegap ini telah menunjukkan progres yang cukup membanggakan. Namun, prestasi bukanlah jawaban yang paling benar untuk menjawab keluh kesah masyarakat yang hidup secara nyata di bawah sistem kepemimpinan daerah.

Gambar

Menyongsong tahun 2013 menuju 263 tahun Kabupaten Langkat atau setahun lebih sebelum masa jabatan Bupati Langkat berakhir pada Februari 2014 mendatang, masalah yang akan tetap menjadi headline utama adalah bagaimana membangun daerah yang dipimpin sebagai satu kesatuan utuh yang mengembangkan sistem pembangunan berbasis masyarakat yang proaktif untuk mencapai kesejahteraan yang dewasa ini masih sangat mahal dan sangat sulit terjamah. Beberapa sektor penting dalam pembangunan daerah Langkat menuju usia 263 tahun pada januari 2013 mendatang diantaranya adalah Memperbaiki Kualitas Pendidikan, membenahi Lingkungan Hidup, Menggeliatkan Iklim Investasi, serta Memajukan Sektor Pembangunan Non Migas khususnya Pariwisata, dan Memperbaiki Sistem Birokrasi untuk menunjang percepatan pembangunan daerah Kabupaten Langkat yang bermartabat dan transparan.

1. Memperbaiki Kualitas Pendidikan

Pendidikan adalah tiang utama untuk mencapai kemakmuran karena pendidikan merupakan bentuk investasi jangka penjang. Jika kita ingin melihat masa depan suatu bangsa, maka lihatlah bagaimana rupa pendidikannya saat ini. Jika sistem dan sumberdaya manusia yang dikembangkan secara baik maka masa depan bangsa akan baik pula dan sebaliknya. Begitu halnya dengan Kabupaten Langkat, pendidikan dan kesehatan harus menjadi prioritas utama yang diperbaiki oleh Ngogesa beserta seluruh jajaran di Kabupaten Langkat dalam hal ini di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Langkat. Isu korupsi yang menimpa jajaran Dinas Pendidikan Langkat  sedikit banyak memukul telak kualitas pendidikan di kabupaten yang pada 2013 ini akan genap berusia 263 tahun. Pendidikan seyogyanya menjadi ajang untuk menempa kualitas sumberdaya manusia yang unggul, cerdas, baik, beriman dan bertaqwa pada Allah Yang Mahakuasa, dan berkarakter, namun pada kenyataannya dengan isu korupsi di jajaran Diknas langkat ini mencemari pendidikan itu sendiri, apalagi mutu pendidikan di Kabupaten Langkat masih terbilang sangat rendah dan yang mencengangkan adalah masuknya langkat sebagai 5 besar daerah di Sumut yang memiliki anak-anak penyandang buta aksara sebanyak 20.694 anak. Tamparan keras bagi jajaran Diknas Langkat yang saat ini tengah goyang. Hal ini harus menjadi sebuah prioritas besar Pemda Langkat untuk menyegerakan restorasi di bidang pendidikan dan terus berbenah sehingga pemberdayaan manusia yang unggul dapat segera dipercepat.

Gambar

2. Membenahi Kualitas Lingkungan Hidup

UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup telah jelas mengamanatkan tiap pelaksana di daerah baik itu masyarakat maupun pemerintah dengan segala perangkat yang berwenang untuk melakukan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan, tidak terkecuali untuk Kabupaten Langkat. Adipura yang diganjar kepada jajaran pemerintahan daerah di bawah Ngogesa Sitepu boleh saja menjadi angin segar bagi masyarakat Langkat tentang sebuah prestasi ssebagai daerah yang bersih meskipun pada kenyataannya bersih itu menjadi sebuah relatifitas yang jangkauan ukur real nya sangat susah untuk direlevansikan.

Gambar

Namun pada intinya masalah lingkungan hidup tidak hanya berkutat pada sebanyak apa piala Adipura dapat diraih. Hakikatnya  lingkungan hidup adalah tempat seluruh organisme saling melakukan simbiosis mutualisme untuk dapat hidup berdampingan dalam keserasian dan kelestarian yang berkelanjutan. Langkat yang menuju usia uzur ini masih memiliki pekerjaan rumah yang sangat berat terkait dengan masalah lingkungan hidup. lemahnya kinerja dan koordinasi serta berbagai indikasi kelalaian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat berakibat pada hilangnya lahan Hutan Wisata Bahari di Pulau Sembilan Langkat yang disulap menjadi perkebunan kelapa sawit.

Setidaknya di kabupaten Langkat ada 1.540 hektare lahan mangrove yang mengalami kerusakan selama 2012. Lain lagi mengenai masalah Hutan Leuser yang masuk dalam territory Kabupaten Langkat yang hampir setiap hari mengalami “pemerkosaan” oleh penebang liar dan pemburu liar. Ini harus menjadi salah satu prioritas perbaikan utama bagi pemerintah daerah khususnya Langkat.

3. Menggeliatkan Iklim Investasi

Setiap daerah di Indonesia terlebih semenjak diberlakukannya sistem Otonomi Daerah (OTDA) pada tahun 1999 melalui UU No. 22 Tahun 1999 di mana Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota diberikan keleluasaan untuk merencanakan dan melakukan orientasi kebijakan guna membangun dan menata daerahnya. Pasal 5 ayat 1 UU No.22 Tahun 1999 Daerah dibentuk berdasarkan pertimbangan kemampuan ekonomi, potensi Daerah, sosial-budaya, sosial-politik, jumlah penduduk, luas daerah, dan pertimbangan lain yang memungkinkan terselenggaranya Otonomi Daerah.

Gambar

Untuk mengefektifkan daerah yang berpotensi seperti Langkat, menggeliatkan iklim investasi sebagai penyokong pembangunan daerah haruslah dilakukan dengan sangat baik menuju pembangunan yang berkeadilan sosial. Investasi tidak hanya sekedar mendatangkan para penanam modal untuk memanfaatkan potensi daerah untuk diolah menjadi suatu keluaran yang bernilai jual, namun lebih dari itu investasi harus dikelola sebagai sebuah sistem yang mengakomodir kepentingan daerah untuk mencapai tujuan pembangunan yang merata. Namun pekerjaan rumah yang harus diperhatikan untuk membangun sistem iklim investasi yang baik di Langkat adalah dengan menarik investor untuk mau menanamkan  modalnya. Beberapa hal yang harus dilakukan jajaran Pemda Langkat untuk menarik investor mau menanamkan modalnya, yakni: Memahami Investasi Asing Langsung, Membangun sebuah Badan Promosi Iklim Investasi, Menciptakan Strategi Promosi Investasi, Membangun Kemitraan yang Efektif, Memperkuat Citra Daerah / Lokasi, Membidik dan Membangkitkan Peluang Investasi, Pelayanan Investor, Memonitor dan Mengevalusi Aktifitas dan Hasil, dan Memanfaatkan Teknologi Informasi. Beberapa cara ini harus dijadikan patokan bagi Kabupaten Langkat untuk membangun sistem investasi yang berguna untuk membantu menopang pemerintah dalam menggeliatkan roda perekonomian dan melibatkan masyarakat Langkat sebagai pelaku ekonomi yang proaktif. Namun, iklim investasi yang dibangun haruslah berdasarkan keadilan sosial bagi masyarakat dan bukan karena kongkalikong antar pemangku kepentingan di Langkat yang pada akhirnya akan membawa petaka bagi masyarakat Langkat.

4. Memajukan Sektor Ekonomi Non Migas, Pariwisata

Langkat dengan Pangkalan Brandan dan Pangkalan Susu nya sudah barang tentu menjadi sebuah kebanggan tersendiri karena memiliki daerah penghasil minyak nasional. Namun, itu dulu, ketika kedua tempat ini berjaya, ia menjadi salah satu penopang penting bangkitnya perekonomian Kabupaten Langkat, namun kini setelah diakuisisi oleh investor asing, Pangkalan Brandan dan Pangkalan Susu tak lebih dari sekedar tempat pengolahan bukan tempat penghasil. Alhasil sumberdaya ekonomi Langkat yang sedikit banyak bergantung pada sektor migas harus terpangkas karenanya. Strategi yang harus dipersiapkan dalam rangka tetap berdiri dengan kondisi ekonomi yang mau tidak mau suka tidak suka sedikit demi sedikit lepas dari ketergantungan migas, Langkat harus mampu mengembangkan sumberdaya ekonomi non migas sebagai alternatif pemasukan daerah dan membentuk jaring ekonomi yang juga melibatkan masyarakat sekitar. Salah satu sektor pendapatan non migas yang penting dikembangkan di Kabupaten Langkat adalah sektor Pariwisata.

Gambar

Sektor pariwisata adalah sektor yang sangat penting, selain sebagai sarana promosi daerah dan sarana penghasil pendapatan asli daerah, pariwisata juga menjadi bagian penting untuk mengembangkan kemandirian ekonomi yang langsung melibatkan masyarakat sekitar lokasi wisata. Ada banyak tempat wisata di Langkat, seperti Lokasi Ekowisata Tangkahan, Bukit Lawang, Pantai Braweh, Kampung Bali, dan lain-lain. Namun, hal yang sangat mengganggu pengembangan wisata di Langkat adalah buruknya infrastruktur yang mendukung pengembangannya. Pemerintah Kabupaten Langkat secepatnya harus memperbaiki infrastruktur menuju dan di lokasi wisata terutama untuk moda transportasi dan segala hal yang mendukung tercptanya tempat wisata yang sesuai dengan tuntunan sapta pesona. Sentuhan magis yang baru dan mutakhir diharapkan lahir dari jajaran Dinas Pariwisata Langkat untuk menggenjot pengembangan sektor pariwisata yang berpotensi besar dikembangkan di Langkat.

5. Memperbaiki Sistem Birokrasi

Sudah rahasia umum kalau masyarakat akan sering mengkerutkan kening jika berurusan dengan yang namanya “birokrasi”. Birokrasi dianggap bagaikan ular yang selalu membelit. Kualitas pelayanan yang rendah kerap ditemukan pada instansi pemerintahan tatkala masyarakat ingin  melakukan urusan yang berbau administratif.  Buruknya sistem birokrasi ini dapat dengan mudah dijumpai di kantor-kantor kelurahan atau desa dan kecamatan sampai kepada tempat pelayanan publik seperti rumah sakit.  Reformasi birokrasi di Kabupaten Langkat masih belum berjalan dengan baik. Performa yang ditunjukkan oleh aparatur sipil negara dalam melakukan pelayanan publik di Kabupaten Langkat masih banyak kelemahan dari sisi ramah tamah serta efesiensi waktu. Hal ini harus mendapat perhatian yang serius guna mengembalikan kepercayaan amsyarakat kepada performa dan kinerja aparat Pemerintah Daerah Kabupaten Langkat harus segera melakukan tindakan tegas pada oknum-oknum pelaku birokrasi yang “nakal”.

Gambar

Sebagai momentum menyongsong 2013 menuju 263 tahun Kabupaten Langkat, untuk introspeksi seluruh jajaran pemerintahan Langkat, 5 point tersebut kiranya menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan atau paling tidak diperbaiki karena sebagai sebuah Kabupaten yang terbilang sangat tua, Langkat harus terus berbenah menuju pemerintahan yang berkeadilan sosial dan melakukan pembangunan yang efektif demi kemajuan Langkat sebagai Kabupaten yang berdaulat dan bermartabat serta sejahtera

*) Penulis adalah Penduduk Kabupaten Langkat Lulusan Pendidikan Geografi   

    Universitas Negeri Medan, dan Pengamat Pembangunan dan Pendidikan

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s